Iklan

Dualisme Kepengurusan Cabor Akuatik Makassar Resmi Terjadi, Dua Muskot Digelar

Cabor Akuatik Kota Makassar resmi dinyatakan mengalami dualisme kepengurusan

AMANAH INDONESIA, MAKASSAR – Cabang olahraga (cabor) Akuatik Kota Makassar resmi dinyatakan mengalami dualisme kepengurusan setelah dua Musyawarah Kota (Muskot) digelar dalam rentang waktu yang berdekatan pada akhir Desember 2025.

Situasi ini memicu polemik serius di internal organisasi, sekaligus menjadi sorotan dunia olahraga Makassar.

Muskot Pertama Berujung Penolakan

Muskot pertama digelar di Hotel Marina Makassar pada 27 Desember 2025. Namun, hasil musyawarah tersebut ditolak oleh sejumlah peserta.

Penolakan itu dituangkan dalam bentuk mosi tidak percaya, karena pelaksanaan Muskot dinilai melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Federasi Akuatik Indonesia (FAI).

Klub Paotere Angkat Suara

Salah satu klub yang secara terbuka menyampaikan keberatan adalah Klub Paotere, klub resmi yang terdaftar dalam database Pengurus Besar Federasi Akuatik Indonesia (PB FAI).

Klub Paotere menilai pimpinan sidang tidak netral serta mengabaikan aspirasi peserta musyawarah.

“Pimpinan sidang tidak netral. AD/ART seolah dilabrak demi kepentingan calon tertentu,” ungkap perwakilan Klub Paotere.

Isu Regenerasi Kepemimpinan Disorot

Selain persoalan prosedural, isu minimnya regenerasi kepemimpinan juga mencuat.

Mantan Ketua Akuatik Makassar periode 2021–2025 disebut-sebut mendorong istrinya sendiri untuk maju sebagai calon ketua periode berikutnya. 

Langkah tersebut dinilai mencederai nilai demokrasi organisasi olahraga.


Muskot Kedua Digelar sebagai Langkah Korektif

Sebagai respons atas kondisi tersebut, sejumlah klub menyampaikan surat mosi tidak percaya kepada KONI Makassar, sekaligus menggelar Muskot kedua.

Muskot ini berlangsung di Kopitiam Makassar pada 29 Desember 2025, dan diikuti oleh klub-klub yang menolak hasil Muskot pertama.

Forum tersebut menyepakati hasil musyawarah versi mereka sebagai langkah korektif demi menyelamatkan masa depan organisasi.

Klub Desak Pemimpin Muda dan Inovatif

Perwakilan Klub Paotere, Samuel yang akrab disapa Om Sam, menegaskan pentingnya perubahan kepemimpinan.

“Kami butuh pemimpin muda yang punya inovasi dan kepedulian kepada klub, bukan yang memperjuangkan kepentingan pribadi,” tegasnya.

Ia berharap KONI Makassar dapat bersikap objektif dan bijaksana dalam menyikapi dualisme ini, agar pembinaan prestasi akuatik berjalan transparan dan berpihak kepada atlet.


Dua Ketua, Satu Cabor

Dari dua Muskot tersebut, masing-masing menetapkan ketua yang berbeda:
  • Harmony sebagai Ketua Akuatik Kota Makassar versi Muskot pertama
  • Queensyah sebagai Ketua versi Muskot kedua
Kondisi ini menegaskan bahwa dualisme kepengurusan Akuatik Makassar kini nyata terjadi dan menunggu keputusan resmi dari KONI Makassar.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Dualisme Kepengurusan Cabor Akuatik Makassar Resmi Terjadi, Dua Muskot Digelar
  • Dualisme Kepengurusan Cabor Akuatik Makassar Resmi Terjadi, Dua Muskot Digelar
  • Dualisme Kepengurusan Cabor Akuatik Makassar Resmi Terjadi, Dua Muskot Digelar
  • Dualisme Kepengurusan Cabor Akuatik Makassar Resmi Terjadi, Dua Muskot Digelar
  • Dualisme Kepengurusan Cabor Akuatik Makassar Resmi Terjadi, Dua Muskot Digelar
  • Dualisme Kepengurusan Cabor Akuatik Makassar Resmi Terjadi, Dua Muskot Digelar
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan