![]() |
| Mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin mengedukasi pelaku UMKM di Desa Bonto Tengnga, Sinjai, memanfaatkan WhatsApp Business, Facebook Marketplace, dan AI untuk memperkuat promosi digital. |
Melihat masih banyak pelaku UMKM di pedesaan yang belum memanfaatkan teknologi secara optimal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar pelatihan promosi digital bagi pelaku usaha di Desa Bonto Tengnga, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (14/7/2026) tersebut bertujuan meningkatkan literasi digital sekaligus memperkuat daya saing UMKM desa melalui pemanfaatan platform digital.
Ajarkan WhatsApp Business dan Facebook Marketplace
Program kerja ini diinisiasi oleh Riana Rizky Fadhillah Arwi, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin, dengan mengusung tema "Penguatan Promosi UMKM melalui Pemanfaatan Platform Digital sebagai Upaya Pemberdayaan Pelaku Usaha di Desa Bonto Tengnga, Kabupaten Sinjai."
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai platform digital gratis yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk.
Materi yang diberikan mencakup pembuatan profil bisnis di WhatsApp Business, penyusunan katalog produk, penggunaan fitur pesan otomatis, hingga strategi memasarkan produk melalui Facebook Marketplace agar lebih mudah ditemukan calon pembeli.
Pelaku UMKM Diperkenalkan dengan Teknologi AI
Selain pemasaran digital, peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu membuat logo usaha.
Teknologi AI diperkenalkan untuk membantu pelaku UMKM membangun identitas visual produk secara lebih praktis, sehingga mampu meningkatkan citra merek dan daya tarik produk di mata konsumen.
Dengan identitas usaha yang lebih profesional, produk lokal diharapkan memiliki nilai tambah ketika dipasarkan melalui platform digital.
Pelatihan Berlangsung Interaktif
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi, serta praktik langsung menggunakan telepon genggam masing-masing peserta.
Para pelaku UMKM tampak antusias mengikuti pelatihan dengan aktif berdiskusi sekaligus mencoba berbagai fitur digital yang diperkenalkan selama kegiatan berlangsung.
Pendekatan praktik langsung tersebut diharapkan memudahkan peserta menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pengelolaan usaha sehari-hari.
Promosi Digital Tidak Harus Mahal
Riana Rizky Fadhillah Arwi menjelaskan bahwa promosi digital dapat dilakukan secara efektif tanpa harus menggunakan aplikasi berbayar.
"Melalui kegiatan ini, saya ingin memperkenalkan bahwa promosi digital tidak harus menggunakan aplikasi yang berbayar atau rumit. WhatsApp Business dan Facebook Marketplace merupakan platform gratis yang mudah dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran. Saya juga mengenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu membuat logo usaha agar pelaku UMKM dapat membangun identitas merek dengan lebih mudah," ujarnya.
Dukung Daya Saing UMKM Desa
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin berharap pelaku UMKM di Desa Bonto Tengnga semakin percaya diri memanfaatkan teknologi digital sebagai media promosi dan pengembangan usaha.
Pemanfaatan platform digital diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, memperkuat identitas merek, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa melalui transformasi digital yang berkelanjutan.

