![]() |
| ILUSTRASI. Cuaca |
Kondisi cuaca ini menjadi perhatian karena beriringan dengan langkah Pemerintah Kota Makassar yang mulai bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
BMKG mencatat, pada pagi hari, cuaca Sulawesi Selatan umumnya cerah berawan. Namun, hujan ringan berpeluang turun di wilayah Luwu, Wajo, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, dan Takalar.
Memasuki siang hingga sore hari, kondisi diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan yang meluas ke sebagian besar wilayah Sulsel, antara lain Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Tana Toraja, Toraja Utara, Pinrang, Parepare, Barru, Bone, Soppeng, Pangkep, Maros, Makassar, Sinjai, Bulukumba, hingga Kepulauan Selayar.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan sedang di wilayah Luwu, Gowa, dan Takalar.
Pada malam hari, hujan ringan masih berpeluang terjadi di Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Palopo, Enrekang, Pangkep, dan Maros, sementara dini hari hujan ringan diprakirakan turun di Luwu, Enrekang, Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, serta Kepulauan Selayar.
BMKG Makassar mencatat suhu udara hari ini berada pada kisaran 18–33 derajat Celsius, dengan kelembapan 65–98 persen. Angin bertiup dari Barat hingga Utara dengan kecepatan 10–40 km per jam.
Meski hujan berpotensi meluas, BMKG menyatakan tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Sulawesi Selatan hari ini. Namun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dan berkendara.
Sejalan dengan kondisi cuaca tersebut, Pemerintah Kota Makassar mulai mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi bencana.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkot Makassar menggelar rapat aktivasi komando bencana lintas sektor sebagai bagian dari persiapan penetapan status siaga darurat bencana.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan rapat tersebut merupakan tahapan awal sebelum status siaga darurat ditetapkan secara resmi.
“Agenda ini sebagai langkah awal penetapan status siaga darurat bencana di Kota Makassar sekaligus membahas kesiapan daerah dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus mengkaji penetapan status kedaruratan sesuai regulasi yang berlaku,” ujar Andi Zulkifly.
Ia menegaskan bahwa penetapan status kedaruratan harus mengacu pada regulasi nasional.
“Dalam regulasi tersebut, terdapat tiga status kedaruratan bencana, yakni siaga darurat bencana, tanggap darurat bencana, dan transisi darurat bencana. Penetapan status ini merupakan kewenangan Wali Kota Makassar,” ujar Andi Zulkifly.
Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar terlebih dahulu menghimpun data dari BMKG, Basarnas, unsur TNI/Polri, hingga lembaga swadaya masyarakat, guna memastikan keputusan berbasis data dan masukan lintas sektor.
“Selain data dan informasi teknis, kami juga melakukan rapat koordinasi lintas sektor seperti hari ini untuk mendengar masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Dari hasil rapat tersebut, kami merekomendasikan kepada Bapak Wali Kota untuk menetapkan status siaga darurat bencana,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menyatakan kesiapan penuh jajarannya jika status siaga darurat ditetapkan.
“Begitu SK status siaga darurat bencana ditetapkan, BPBD Makassar akan langsung mengaktifkan SOP, mulai dari pembentukan posko, pengelolaan data dan informasi kebencanaan, kesiapan logistik, hingga prosedur pengungsian dan penanganan keadaan darurat lainnya,” kata Fadli.
Ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini.
“Tujuan utama kami adalah meminimalkan risiko dan dampak bencana bagi masyarakat. Karena itu, kesiapan sejak tahap siaga sangat penting,” ujar Fadli Tahar.
Dengan penguatan koordinasi lintas sektor dan kesiapan operasional BPBD, Pemkot Makassar menegaskan komitmennya memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat di tengah potensi hujan yang masih akan mendominasi wilayah Sulawesi Selatan.

