![]() |
| Cuaca Ekstrem Sulsel |
Di Kabupaten Gowa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sedikitnya 16 rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap. Wilayah dataran rendah dilaporkan menjadi kawasan dengan tingkat kerusakan paling signifikan akibat terjangan angin kencang.
"Tim kami sudah berada di lapangan untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan logistik darurat. Kebanyakan kerusakan terjadi pada bagian kanopi dan atap seng yang terbang terbawa angin," ujar Kepala BPBD Gowa dalam keterangan resminya hari ini.
Selain Gowa, dampak cuaca ekstrem juga terjadi di Kabupaten Maros dan Kota Makassar. Sejumlah pohon tumbang dilaporkan menimpa kabel listrik serta kendaraan milik warga. Hingga Kamis siang, petugas kebersihan bersama PLN masih melakukan evakuasi batang pohon serta perbaikan jaringan listrik yang mengalami gangguan.
Pelayaran Lumpuh di Jalur Selatan
Gangguan cuaca turut memukul sektor transportasi laut. Angin kencang yang memicu gelombang setinggi 2,5 meter di perairan Laut Flores membuat PT ASDP Indonesia Ferry menunda seluruh jadwal pelayaran rute Pelabuhan Pamatata (Selayar) – Pelabuhan Bira (Bulukumba).
"Kecepatan angin saat ini mencapai 35 knot. Sangat berisiko bagi kapal feri maupun perahu nelayan. Kami akan membuka kembali pelayaran setelah ada lampu hijau dari BMKG," ungkap pihak otoritas pelabuhan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca dengan status “Waspada” yang diperkirakan berlangsung hingga 23 Januari 2026. Wilayah pesisir barat dan selatan Sulsel menjadi area yang dinilai paling berpotensi terdampak, termasuk Makassar, Maros, Pangkep, Gowa, Takalar, Jeneponto, hingga Kepulauan Selayar.
BMKG dan pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang. Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah baliho besar atau pohon yang kondisinya sudah rapuh saat angin kencang terjadi. (*)

