![]() |
| ILUSTRASI.Cuaca |
SULSEL AMANAH INDONESIA, MAKASSAR -- Cuaca berawan dengan potensi hujan ringan masih akan mewarnai sebagian wilayah Sulawesi Selatan hari ini, Kamis (15/1/2026). Meski tanpa peringatan dini cuaca ekstrem, perhatian publik tetap tertuju pada dinamika cuaca menyusul peringatan sebelumnya terkait lonjakan curah hujan hingga Februari 2026.
Memasuki siang hingga sore hari, awan masih mendominasi langit Sulawesi Selatan. Potensi hujan ringan bergeser ke wilayah Luwu Utara, Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Gowa, dan Barru.
Dari sisi meteorologis, suhu udara berada pada kisaran 18–34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 67–98 persen. Angin bertiup dari arah Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan 11–45 km/jam, kondisi yang menurut BMKG perlu diperhatikan terutama oleh nelayan dan aktivitas pelayaran.
Prakiraan cuaca ini dikeluarkan oleh Prakirawan BMKG Makassar pada 15 Januari 2026 pukul 06.30 WITA.
Meski hari ini tanpa peringatan dini, BMKG sebelumnya telah mengingatkan potensi cuaca ekstrem dalam beberapa pekan ke depan.
“Kami dari Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar memprediksi adanya peningkatan curah hujan pada bulan Januari hingga Februari, dengan akumulasi curah hujan mencapai di atas 400 milimeter dalam periode satu bulan,” kata Nasrol Adil, saat memberikan keterangan pers di media center Kantor Balai Kota, usai bertemu Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Senin (12/1/2026).
Menurut BMKG, kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer regional. “Secara regional, saat ini terdapat aktivitas gelombang Rossby serta pengaruh Monsun Asia yang memperkuat pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah kita,” jelasnya.
Ia juga menegaskan potensi dampak lanjutan. “Curah hujan yang tinggi ini memiliki potensi besar menimbulkan banjir dan longsor, serta peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir Kota Makassar,” ujar Nasrol Adil.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Makassar menetapkan status siaga setelah menggelar rapat koordinasi lintas instansi. Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan keputusan tersebut berbasis kajian ilmiah.
“Setelah dilakukan rapat koordinasi untuk melihat kondisi cuaca yang terjadi sekarang dan ke depannya, kita sudah sepakat bahwa hari ini Kota Makassar berada pada tahapan siaga,” ujar Munafri Arifuddin.
Ia menepis anggapan bahwa keputusan tersebut bersifat sepihak. “Hasil keputusan ini benar-benar diperoleh dari data analisis teman-teman BMKG. Ini bukan keputusan sepihak, tetapi keputusan berbasis data dan kajian ilmiah,” tegasnya.
Munafri juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keselamatan lingkungan dan keluarga.
“Kami berharap masyarakat bisa melihat kondisi ini, memperhatikan keadaan yang ada, mawas diri, menjaga lingkungan, serta menjaga keluarga agar tingkat keselamatan kita semua bisa terjaga dengan baik,” imbuh Appi.
Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan drainase dan kawasan permukiman untuk meminimalkan risiko genangan dan banjir. Pemerintah Kota Makassar memastikan informasi teknis cuaca serta langkah mitigasi telah disampaikan secara rinci oleh BMKG agar mudah dipahami masyarakat. “Sehingga penetapan status siaga ini, bisa dipahami secara utuh oleh masyarakat,” tutup Munafri.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Makassar memprakirakan hujan ringan dapat terjadi sejak pagi hingga dini hari di sejumlah daerah.
Pada pagi hari, kondisi cuaca umumnya berawan, dengan potensi hujan ringan di Luwu, Takalar, Jeneponto, Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, Barru, dan Parepare.
Memasuki siang hingga sore hari, awan masih mendominasi langit Sulawesi Selatan. Potensi hujan ringan bergeser ke wilayah Luwu Utara, Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Gowa, dan Barru.
BMKG memprakirakan malam hari relatif stabil dan berawan, tanpa hujan signifikan. Namun, pada dini hari, hujan ringan kembali berpeluang terjadi di Makassar, Barru, Pangkep, Maros, Gowa, Takalar, dan Jeneponto.
Dari sisi meteorologis, suhu udara berada pada kisaran 18–34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 67–98 persen. Angin bertiup dari arah Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan 11–45 km/jam, kondisi yang menurut BMKG perlu diperhatikan terutama oleh nelayan dan aktivitas pelayaran.
Prakiraan cuaca ini dikeluarkan oleh Prakirawan BMKG Makassar pada 15 Januari 2026 pukul 06.30 WITA.
Meski hari ini tanpa peringatan dini, BMKG sebelumnya telah mengingatkan potensi cuaca ekstrem dalam beberapa pekan ke depan.
Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menyampaikan bahwa akumulasi curah hujan di Makassar berpotensi melampaui ambang normal.
“Kami dari Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar memprediksi adanya peningkatan curah hujan pada bulan Januari hingga Februari, dengan akumulasi curah hujan mencapai di atas 400 milimeter dalam periode satu bulan,” kata Nasrol Adil, saat memberikan keterangan pers di media center Kantor Balai Kota, usai bertemu Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Senin (12/1/2026).
Menurut BMKG, kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer regional. “Secara regional, saat ini terdapat aktivitas gelombang Rossby serta pengaruh Monsun Asia yang memperkuat pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah kita,” jelasnya.
Ia juga menegaskan potensi dampak lanjutan. “Curah hujan yang tinggi ini memiliki potensi besar menimbulkan banjir dan longsor, serta peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir Kota Makassar,” ujar Nasrol Adil.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Makassar menetapkan status siaga setelah menggelar rapat koordinasi lintas instansi. Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan keputusan tersebut berbasis kajian ilmiah.
“Setelah dilakukan rapat koordinasi untuk melihat kondisi cuaca yang terjadi sekarang dan ke depannya, kita sudah sepakat bahwa hari ini Kota Makassar berada pada tahapan siaga,” ujar Munafri Arifuddin.
Ia menepis anggapan bahwa keputusan tersebut bersifat sepihak. “Hasil keputusan ini benar-benar diperoleh dari data analisis teman-teman BMKG. Ini bukan keputusan sepihak, tetapi keputusan berbasis data dan kajian ilmiah,” tegasnya.
Munafri juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keselamatan lingkungan dan keluarga.
“Kami berharap masyarakat bisa melihat kondisi ini, memperhatikan keadaan yang ada, mawas diri, menjaga lingkungan, serta menjaga keluarga agar tingkat keselamatan kita semua bisa terjaga dengan baik,” imbuh Appi.
Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan drainase dan kawasan permukiman untuk meminimalkan risiko genangan dan banjir. Pemerintah Kota Makassar memastikan informasi teknis cuaca serta langkah mitigasi telah disampaikan secara rinci oleh BMKG agar mudah dipahami masyarakat. “Sehingga penetapan status siaga ini, bisa dipahami secara utuh oleh masyarakat,” tutup Munafri.

