42 Ribu Siswa Sinjai Ikuti Pesantren Ramadan, Bupati Ratnawati Tekankan Ketahanan Spiritual di Era Digital

Bupati Ratnawati Arif Titipkan Pesan Falsafah Bugis untuk Generasi Muda

SULSEL AMANAH INDONESIA, SINJAI -- Ramadan tahun ini menjadi ruang belajar yang berbeda bagi puluhan ribu pelajar di Kabupaten Sinjai. Bukan hanya tentang memperdalam ibadah, tetapi juga tentang bagaimana generasi muda bersikap di tengah derasnya arus digitalisasi.

Sebanyak 42.593 siswa dari jenjang PAUD hingga SMP mengikuti Pesantren Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dimulai serentak pada Senin (23/2/2026). Kegiatan ini digelar di satuan pendidikan masing-masing selama tiga hari, hingga 25 Februari.

Dibuka Virtual dari Command Center

Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, membuka kegiatan tersebut secara virtual dari Command Center Pemkab Sinjai. Ia didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, serta jajaran pejabat dinas.

Dalam sambutannya, Ratnawati menilai Ramadan sebagai momentum penting untuk membangun revolusi karakter di kalangan pelajar. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan kekuatan moral dan spiritual.

Ia juga mengingatkan pentingnya pendekatan pendidikan agama yang menyejukkan dan kreatif agar nilai-nilai Islam tidak berhenti pada seremoni, melainkan tertanam hingga dewasa.

Ribuan Siswa Terlibat di Seluruh Jenjang

Berdasarkan data Dinas Pendidikan, peserta terdiri dari 10.447 anak PAUD, 23.462 siswa SD, dan 8.684 siswa SMP.

Materi yang diberikan meliputi fikih ibadah, akhlak, tadarus dan hafalan Al-Qur’an, serta kisah para nabi dan sahabat. Narasumber berasal dari guru Pendidikan Agama Islam, guru kelas, tokoh agama, hingga pengurus organisasi keagamaan.

Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, menjelaskan bahwa kegiatan ini diarahkan untuk membentuk karakter religius, jujur, dan berakhlakul karimah sesuai visi pembangunan daerah.

Selain itu, kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an juga menjadi fokus utama, termasuk pemahaman praktis tentang tata cara ibadah seperti taharah, salat, dan zakat.

Menjawab Tantangan Era Digital

Pesantren Ramadan tahun ini juga diberi penekanan pada penguatan literasi digital berbasis nilai-nilai Islam. Pemerintah daerah melihat pentingnya membekali pelajar dengan ketahanan mental dan spiritual agar mampu menyaring informasi di era media sosial.

Ratnawati menyebut, generasi muda perlu dibekali fondasi karakter yang kuat agar tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh negatif teknologi.

Ia turut mengangkat falsafah Bugis, Mali Sipeppa, Tallang Sipahua serta Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge, sebagai nilai yang relevan dalam membangun solidaritas dan saling menguatkan di tengah masyarakat.

Investasi Jangka Panjang Daerah

Bagi Pemkab Sinjai, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan Ramadan. Ia dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga cerdas secara sosial.

Di tengah transformasi digital dan perubahan sosial yang cepat, pendidikan karakter berbasis agama dinilai menjadi salah satu fondasi penting bagi masa depan daerah.

Ramadan akan berlalu dalam hitungan pekan. Namun nilai yang ditanamkan selama tiga hari kegiatan ini diharapkan bertahan jauh lebih lama—mengiringi tumbuhnya generasi yang kelak memegang arah pembangunan Sinjai.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • 42 Ribu Siswa Sinjai Ikuti Pesantren Ramadan, Bupati Ratnawati Tekankan Ketahanan Spiritual di Era Digital
  • 42 Ribu Siswa Sinjai Ikuti Pesantren Ramadan, Bupati Ratnawati Tekankan Ketahanan Spiritual di Era Digital
  • 42 Ribu Siswa Sinjai Ikuti Pesantren Ramadan, Bupati Ratnawati Tekankan Ketahanan Spiritual di Era Digital
  • 42 Ribu Siswa Sinjai Ikuti Pesantren Ramadan, Bupati Ratnawati Tekankan Ketahanan Spiritual di Era Digital
  • 42 Ribu Siswa Sinjai Ikuti Pesantren Ramadan, Bupati Ratnawati Tekankan Ketahanan Spiritual di Era Digital
  • 42 Ribu Siswa Sinjai Ikuti Pesantren Ramadan, Bupati Ratnawati Tekankan Ketahanan Spiritual di Era Digital
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan