Infrastruktur Digenjot, Ratusan Ruas Jalan Makassar Diperbaiki dalam Setahun

Satu Tahun Kepemimpinan Munafri, 105 Ruas Jalan Dibenahi dan 95 Ruas Disiapkan

SULSEL. AMANAH INDONESIA, MAKASSAR -- Bagi banyak warga Makassar, perubahan kota paling terasa bukan dari gedung baru atau proyek besar, melainkan dari jalan yang setiap hari dilalui. Lubang yang dulu dihindari, lorong sempit yang dulu becek, hingga akses antarpermukiman yang lambat kini mulai berubah. Infrastruktur dasar menjadi hal pertama yang disentuh dalam tahun awal kepemimpinan baru.

Pemerintah Kota Makassar di bawah Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menempatkan pembenahan jalan sebagai prioritas utama. Fokusnya bukan hanya pada koridor utama kota, tetapi juga pada jalan lingkungan dan lorong yang selama ini kerap luput dari perhatian.

Perbaikan Menjangkau Seluruh Wilayah

Sepanjang 2025, Pemkot menangani 105 ruas jalan aspal melalui belanja modal serta satu ruas tambahan melalui belanja hibah. Di saat yang sama, 135 ruas jalan lingkungan juga diperbaiki, menunjukkan pendekatan pembangunan yang tidak terpusat di kawasan protokol saja.

Program ini berlanjut pada 2026 dengan rencana penanganan 95 ruas jalan aspal tambahan serta 118 ruas jalan lingkungan melalui pekerjaan paving. Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai kecamatan, menandakan upaya pemerataan konektivitas antarwilayah.

Khusus wilayah kepulauan, pemerintah juga merencanakan pembangunan jalan lingkungan di Pulau Langkai, meski pelaksanaannya masih tertunda karena belum ada penyedia jasa yang lolos evaluasi.

Infrastruktur sebagai Fondasi Pembangunan Kota

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menyebut pembenahan ini sebagai bagian dari arah kebijakan yang menempatkan infrastruktur dasar sebagai fondasi pertumbuhan kota.

“Sejak awal masa kepemimpinan Bapak Wali Kota, tahun 2025 sebanyak 105 ruas jalan aspal telah ditangani melalui belanja modal, serta satu ruas melalui belanja hibah,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian tidak hanya diberikan pada mobilitas kendaraan, tetapi juga pada kualitas hidup warga di tingkat lingkungan.

Program Strategis Berlanjut di 2026

Memasuki tahun anggaran 2026, sejumlah proyek prioritas disiapkan dengan alokasi dana besar. Salah satunya pembangunan akses menuju TPA Tamangapa Antang dengan anggaran lebih dari Rp10 miliar, yang saat ini masih dalam tahap persiapan dokumen.

Penataan pedestrian juga menjadi agenda penting, dengan tujuan meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pejalan kaki di dua ruas jalan utama kota.

Selain itu, anggaran lebih dari Rp52 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan baru, hibah satu ruas jalan aspal, serta pekerjaan paving di ratusan jalan lingkungan yang tersebar di 13 kecamatan.

Rehabilitasi, Konstruksi, hingga Jembatan

Program perbaikan tidak berhenti pada pembangunan baru. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran besar untuk rehabilitasi jalan aspal di 95 ruas, sebagian di antaranya masih dalam tahap penyusunan dokumen teknis.

Untuk konstruksi jalan baru, direncanakan pengerjaan di 24 ruas dengan Kecamatan Manggala menjadi wilayah dengan jumlah proyek terbanyak.

Selain jalan, empat unit jembatan juga masuk dalam rencana pembangunan. Dua proyek telah memasuki tahap persiapan tender, sementara dua lainnya masih dalam tahap perencanaan.

Dampak Langsung bagi Mobilitas dan Ekonomi

Perbaikan infrastruktur jalan memiliki efek berantai. Akses yang lebih baik mempercepat distribusi barang, memudahkan aktivitas usaha kecil, dan mengurangi biaya transportasi warga. Dalam jangka panjang, konektivitas yang merata juga berpengaruh pada pertumbuhan kawasan pinggiran kota.

Pemkot Makassar menegaskan pembangunan ini dirancang agar manfaatnya dirasakan secara luas, bukan hanya di pusat kota.

“Pemerintah berkomitmen memastikan pembangunan infrastruktur berjalan merata dan berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Zuhaelsi.

Dengan skala pekerjaan yang mencakup jalan utama, lorong permukiman, hingga jembatan, tahun pertama kepemimpinan Munafri–Aliyah menunjukkan arah pembangunan yang menekankan kebutuhan dasar warga. Seberapa besar perubahan ini akan membentuk wajah Makassar ke depan akan terlihat dari konsistensi program pada tahun-tahun berikutnya — terutama apakah pemerataan pembangunan benar-benar mampu menjangkau seluruh sudut kota, termasuk wilayah yang selama ini berada di pinggiran perhatian.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Infrastruktur Digenjot, Ratusan Ruas Jalan Makassar Diperbaiki dalam Setahun
  • Infrastruktur Digenjot, Ratusan Ruas Jalan Makassar Diperbaiki dalam Setahun
  • Infrastruktur Digenjot, Ratusan Ruas Jalan Makassar Diperbaiki dalam Setahun
  • Infrastruktur Digenjot, Ratusan Ruas Jalan Makassar Diperbaiki dalam Setahun
  • Infrastruktur Digenjot, Ratusan Ruas Jalan Makassar Diperbaiki dalam Setahun
  • Infrastruktur Digenjot, Ratusan Ruas Jalan Makassar Diperbaiki dalam Setahun
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan