![]() |
| Parepare Ukir Prestasi Dunia |
Program ini dinilai berhasil menghadirkan pelayanan publik yang responsif gender melalui pemberdayaan ekonomi perempuan pesisir berbasis budaya lokal.
Dari Kota Pesisir, Parepare Menunjukkan Inovasi Bertaraf Global
Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, Kota Parepare menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik tidak selalu lahir dari kota-kota besar atau proyek berbiaya tinggi. Berangkat dari persoalan yang dihadapi perempuan di kawasan pesisir, pemerintah setempat menghadirkan sebuah pendekatan yang kini mendapat pengakuan dunia.
Melalui program A Cultural Approach in Improving the Economy of Coastal Women (Berdaya Srikandi), Parepare berhasil meraih penghargaan pada ajang United Nations Public Service Forum (UNPSF) 2026 yang berlangsung di Tbilisi, Georgia.
Program tersebut dinobatkan sebagai award winner pada kategori Gender-responsive Public Services, sebuah kategori yang diberikan kepada inovasi pelayanan publik yang dinilai mampu mewujudkan layanan yang inklusif, responsif terhadap kesetaraan gender, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pemberdayaan yang Berangkat dari Kehidupan Masyarakat
Keunggulan Berdaya Srikandi tidak terletak pada penggunaan teknologi canggih, melainkan pada kemampuannya membaca kebutuhan masyarakat secara langsung.
Program ini menghubungkan perempuan lulusan perguruan tinggi yang belum memiliki pekerjaan dengan perempuan pesisir yang membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Model tersebut menciptakan rantai pemberdayaan yang saling menguntungkan. Para sarjana perempuan memperoleh ruang untuk mengembangkan kapasitas sebagai pendamping masyarakat, sementara perempuan pesisir mendapatkan akses terhadap pelatihan, pendampingan usaha, hingga penguatan kapasitas ekonomi.
Pendekatan budaya yang digunakan juga membuat program lebih mudah diterima karena disesuaikan dengan karakter dan kebiasaan masyarakat setempat.
Diakui karena Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Dalam UNPSF 2026, berbagai inovasi dari sejumlah negara dievaluasi berdasarkan kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Aspek yang menjadi perhatian meliputi inklusivitas, keberlanjutan, transparansi, akuntabilitas, serta kemampuan pemerintah menghadirkan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Berdaya Srikandi dinilai memenuhi prinsip-prinsip tersebut karena tidak hanya meningkatkan pendapatan perempuan pesisir, tetapi juga memperkuat kapasitas mereka untuk berperan dalam pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Indonesia Raih Tiga Pengakuan Sekaligus
Keberhasilan Parepare turut melengkapi capaian Indonesia pada ajang penghargaan pelayanan publik Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun ini.
Selain Berdaya Srikandi yang meraih penghargaan utama, sistem MAGMA milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM memperoleh Honourable Mention pada kategori pelayanan inklusif.
Sementara SISKEUDES yang dikembangkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga mendapatkan Honourable Mention pada kategori tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa inovasi pelayanan publik Indonesia semakin mendapat perhatian di tingkat internasional.
Penghargaan Bukan Akhir dari Program
Wali Kota Parepare menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang berangkat dari kebutuhan masyarakat, bukan semata-mata mengejar pengakuan.
Menurutnya, capaian internasional itu justru menjadi motivasi untuk memperluas manfaat Berdaya Srikandi ke sektor lain sehingga dampaknya dapat dirasakan lebih banyak warga.
Pemerintah Kota Parepare juga berkomitmen menjaga keberlanjutan kelompok-kelompok perempuan yang telah terbentuk melalui peningkatan kualitas produksi, pendampingan usaha, dan penguatan daya saing.
Budaya Inovasi Menjadi Modal Daerah
Kepala Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Parepare, Wildana, menjelaskan bahwa keberhasilan Berdaya Srikandi lahir dari pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, bukan sekadar penerima bantuan.
Menurutnya, program ini membuktikan bahwa pelayanan publik dapat menghasilkan dampak besar apabila dibangun melalui kolaborasi, pemanfaatan potensi lokal, dan pemahaman terhadap kondisi sosial masyarakat.
Pendekatan tersebut menjadikan perempuan pesisir tidak hanya memperoleh tambahan penghasilan, tetapi juga memiliki kesempatan lebih besar untuk berperan dalam pembangunan ekonomi keluarga dan komunitasnya.
Inspirasi bagi Daerah Lain
Prestasi Parepare di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa menjadi bukti bahwa inovasi pelayanan publik tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran atau skala wilayah. Yang lebih menentukan adalah kemampuan pemerintah memahami persoalan warganya dan menghadirkan solusi yang relevan.
Pengakuan internasional terhadap Berdaya Srikandi memperkuat posisi Parepare sebagai salah satu daerah yang mampu menghadirkan praktik pelayanan publik inovatif berbasis pemberdayaan masyarakat. Tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan program sekaligus memperluas dampaknya agar semakin banyak kelompok rentan yang merasakan manfaat dari inovasi tersebut.

