![]() |
| ILUSTRASI. Cuaca Sulsel |
Secara umum, langit di bumi Celebes ini akan didominasi oleh kondisi cerah berawan sejak pagi hari. Namun, ketenangan ini diperkirakan tidak bertahan lama bagi wilayah tertentu, seiring dengan munculnya potensi hujan yang polanya terus bergeser hingga dini hari nanti.
Warning Angin Kencang di Sektor Selatan
BMKG Makassar mengeluarkan peringatan dini khusus bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah Sulawesi Selatan bagian selatan. Angin yang bertiup dari arah Timur hingga Tenggara diperkirakan mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 35 km/jam.
Embusan angin kencang ini juga menjadi penanda dinamika cuaca di pesisir selatan, di mana wilayah Jeneponto diprakirakan sudah akan diguyur hujan ringan sejak pagi hari saat wilayah lain masih menikmati sinar matahari pagi. Sifat angin kering dan kencang ini patut diwaspadai, terutama bagi para nelayan maupun pengguna jalan raya yang melintasi jalur selatan.
Luwu Raya Jadi Pusat Konsentrasi Hujan
Menginjak siang hingga malam hari, konsentrasi awan hujan akan mulai bergeser ke area tengah dan utara. Kawasan Luwu Raya—khususnya Luwu Timur dan Luwu Utara—menjadi wilayah yang harus meningkatkan kesiapsiagaan karena berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang.
Pola hujan di wilayah pegunungan dan dataran tinggi ini diprakirakan berdurasi cukup panjang. Jika pada siang hari wilayah seperti Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Palopo, hingga Wajo hanya mengalami hujan ringan, wilayah Luwu Timur diprakirakan akan terus basah oleh hujan sedang hingga memasuki waktu malam dan dini hari.
Fluktuasi Suhu dan Kelembapan Udara
Bagi Anda yang beraktivitas di luar ruangan, perubahan kelembapan udara yang sangat lebar—berada di rentang 55 hingga 100 persen—akan memicu rasa gerah yang cukup menyengat di siang hari, terutama karena suhu udara maksimal bisa menyentuh angka 34°C.
Sebaliknya, bagi warga yang berada di kawasan dataran tinggi, suhu udara pada malam hari bisa merosot hingga 19°C. Kombinasi antara angin kencang di selatan dan hujan berkepanjangan di utara ini menuntut masyarakat untuk lebih fleksibel dalam merencanakan aktivitas luar ruangan sepanjang awal pekan ini.

