![]() |
| DPRD Sulsel Dukung Keberlanjutan Program Pembangunan Andi Sudirman-Fatmawati |
SULSEL AMANAH INDONESIA, MAKASSAR -- DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) memberikan perhatian terhadap keberlanjutan program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.
Dukungan tersebut disampaikan Koordinator Harian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Mizar Roem, dalam rapat paripurna persetujuan bersama KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027, Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta persetujuan MoU Multi Years dan Single Years Program Prioritas Gubernur Sulsel 2027-2029, Rabu (26/8/2026) malam.
Menurut Mizar, pembahasan di Banggar memperlihatkan adanya dukungan legislatif terhadap program prioritas Pemerintah Provinsi Sulsel.
“Dinamika Banggar ini sangat diseriusi oleh Ibu Ketua (Andi Rachmatika Dewi), keempat wakil ketua bersama seluruh anggota Banggar, bahkan di luar daripada Banggar. Ini menandakan bahwa semakin serius dan semakin berdinamika pembahasannya, maka semakin serius pula kita memberikan support terhadap program Bapak Gubernur Sulsel,” ucap Mizar.
Pertanian Jadi Salah Satu Fokus Pembangunan
Mizar mengatakan pembahasan anggaran dan program prioritas tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik. Sejumlah sektor strategis yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap masyarakat turut menjadi perhatian.
Sektor pertanian menjadi salah satunya. Menurut Mizar, perhatian terhadap sektor tersebut menunjukkan pembangunan Sulsel tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menyentuh wilayah perdesaan.
“Berbagai sektor sangat diseriusi, terutama sektor pertanian. Ini mempertegas bahwa Pak Gubernur bukan hanya membangun dari kota, tetapi dari desa pun dibangun,” ungkapnya.
Ia menilai pendekatan tersebut dapat memperkuat pemerataan pembangunan di Sulawesi Selatan.
Mizar juga menyebut pembangunan lintas sektor yang dilakukan Pemprov Sulsel membuat Andi Sudirman semakin layak disebut sebagai “Bapak Pembangunan” Sulawesi Selatan.
“Bahkan sektor pariwisata pun beliau bangun. Jadi pembangunan ini tidak hanya satu sektor, tetapi berbagai sektor yang menjadi kekuatan Sulawesi Selatan,” ujarnya.
DPRD Dorong Keberlanjutan Multi Years Project
Mizar menilai keberlanjutan pembangunan melalui skema Multi Years Project (MYP) menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan.
Ia berharap pelaksanaan MYP tahap pertama dapat berjalan sukses dan dilanjutkan dengan tahap berikutnya sehingga kesinambungan program pembangunan tetap terjaga.“Kalau ini berjalan lancar dan sukses, MYP tahap satu sukses, MYP tahap dua sukses, insyaallah perjalanan Andalan Hati (Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi) paripurna untuk Sulawesi Selatan di kemudian hari,” tuturnya.
MYP Sulsel Fokus Jalan, Irigasi dan Rumah Sakit
Program MYP 2025-2027 diluncurkan Pemerintah Provinsi Sulsel pada Oktober 2025 dengan total anggaran mencapai Rp3,7 triliun yang bersumber dari hasil efisiensi APBD Provinsi Sulsel.
Program tersebut memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, perbaikan irigasi, serta pembangunan rumah sakit regional di Kabupaten Gowa dan Luwu.
Porsi terbesar anggaran dialokasikan untuk pembangunan dan peningkatan jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Sulsel.
Total panjang jalan yang menjadi sasaran perbaikan dan pengaspalan mencapai 1.000 kilometer yang tersebar pada 85 ruas jalan di berbagai wilayah. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp2,5 triliun.
Selain jalan, program MYP mengalokasikan Rp780 miliar untuk pembangunan irigasi yang melayani sekitar 54.000 hektare sawah.
Sementara itu, pembangunan Rumah Sakit Regional Selatan di Gowa dan Rumah Sakit Regional Utara di Luwu mendapat anggaran sekitar Rp485 miliar.
Sejumlah proyek infrastruktur tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan rampung pada 2027.
Dengan dukungan DPRD terhadap keberlanjutan program prioritas, Pemprov Sulsel diharapkan dapat menjaga kesinambungan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pertanian, kesehatan hingga pariwisata.

