![]() |
| Jalan Poros Impa-Impa – Anabanua |
SULSEL AMANAH INDONESIA, SULSEL -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus mempercepat pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan melalui Program Multi-Year Project (MYP) 2025–2027.
Program ini menjadi perhatian publik karena menyasar jalur-jalur strategis yang menopang mobilitas harian masyarakat sekaligus distribusi ekonomi lintas kabupaten.
Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah Pekerjaan Preservasi Jalan Paket IV dengan skema Multi Years Contract (MYC) bernilai sekitar Rp615,6 miliar.
Total penanganan mencapai 286,80 kilometer yang mencakup 15 ruas jalan provinsi di Kabupaten Barru, Soppeng, Wajo, dan Bone. Ruas-ruas tersebut dinilai strategis karena berperan sebagai jalur utama transportasi dan logistik antarwilayah.
Di Kabupaten Wajo, salah satu ruas yang kini dalam tahap pengerjaan adalah Impa-Impa–Anabanua sepanjang 16,9 kilometer. Jalan ini dikenal sebagai poros provinsi yang setiap hari digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas ekonomi dan sosial.
HSE (Health, Safety, and Environment) Officer PT Nindya Karya (Persero), Hadyan Rashidi, menjelaskan bahwa penanganan ruas tersebut dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada segmen dua di sekitar Masjid Imaduddin Tancung, Kecamatan Tanasitolo.
“Di sini sedang dilakukan pekerjaan LPA (Lapisan Pondasi Atas) Aggregat kelas A,” ujar Hadyan di lokasi pengerjaan, Sabtu, 11 Januari, 2025.
Menurut Hadyan, pekerjaan di ruas Impa-Impa–Anabanua meliputi rekonstruksi jalan, pemeliharaan rutin kondisi, hingga rehabilitasi minor dan mayor, termasuk pengaspalan atau hotmix.
“Pemeliharaan rutin juga sudah dilaksanakan di ruas ini,” jelasnya.
Tahapan pekerjaan diawali dengan identifikasi kondisi eksisting guna menentukan jenis penanganan yang sesuai di setiap segmen.
Untuk pekerjaan minor, penanganan dilakukan pada jalur pemandu tertentu (JPT), seperti pembangunan talud dan pembatas jalan, sebelum dilanjutkan ke Lapisan Pondasi Atas (LPA) Aggregat kelas A. “Namun, semua penanganan tetap menyesuaikan sesuai kondisi setiap area segmen di lapangan,” kata Hadyan.
Penyelesaian pekerjaan di ruas Impa-Impa–Anabanua ditargetkan rampung dan dipercepat paling lambat pertengahan Maret 2026 atau sebelum Lebaran. Setelah itu, penanganan akan berlanjut ke ruas berikutnya, yakni Ulugalung dan Salonro.
Aspek keselamatan kerja turut menjadi perhatian. Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disiagakan di setiap titik dengan penerapan sistem buka tutup jalur. “Setiap titik ada flagman, pengaturan lalu lintas, dan pengawasan. Selain dari kami, ada juga pengawas dari konsultan yang memastikan ketertiban di lapangan,” ujarnya.
Manfaat perbaikan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Hasni M, warga Baru Tancung, Kecamatan Tanasitolo, menyebut kondisi jalan sebelumnya sangat memprihatinkan.
“Dulu jalannya penuh lubang dan kalau musim hujan jadi kubangan air. Transportasi kurang lancar karena jalan rusak,” ujarnya.
Kini, menurut Hasni, peningkatan kualitas jalan berdampak pada kelancaran aktivitas sehari-hari.
“Sekarang sudah mulai lancar, waktu tempuh perjalanan jadi lebih cepat karena ada peningkatan jalan. Aktivitas masyarakat mulai lancar, mau ke pasar dan berangkat kerja juga lancar,” katanya.
Hal senada disampaikan Burhan Cora, warga yang berjualan di tepi ruas jalan tersebut. “Di depan rumah saya sekarang sudah diaspal separuh tadi malam (10/1). Kalau dulu itu banyak sekali debunya. Sekarang kita lihat aktivitas masyarakat lebih lancar, kendaraan juga lancar,” ujarnya.
Melalui program preservasi jalan ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi, menegaskan komitmen Pemprov Sulsel untuk memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan akses ekonomi, serta menghadirkan infrastruktur jalan yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Program MYP diharapkan menjadi fondasi jangka menengah dalam mendukung pertumbuhan daerah dan peningkatan kualitas layanan publik.

