Usai Terima Diskresi DPP, IAS Konsolidasikan Dukungan DPD II Jelang Musda Golkar Sulsel

 

Musda Golkar Sulsel 

SULSEL AMANAH INDONESIA, MAKASSAR -- Persaingan menuju Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan memasuki fase baru setelah Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menerima surat diskresi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Sejumlah pengurus DPD II mulai melakukan konsolidasi sebagai bagian dari persiapan pemilihan ketua DPD Golkar Sulsel.


Peta dukungan menjelang Musda Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai bergerak. Terbitnya surat diskresi dari DPP Partai Golkar kepada Ilham Arief Sirajuddin menjadi salah satu perkembangan penting yang memengaruhi arah konsolidasi di tingkat daerah.

Tak lama setelah menerima surat tersebut, IAS menggelar pertemuan dengan sejumlah perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar di Kota Makassar untuk memantapkan komunikasi politik menjelang pelaksanaan Musda.

Belasan DPD II Hadiri Pertemuan

Pertemuan berlangsung di posko pemenangan IAS di Jalan Batu Putih, Makassar, pada Minggu (28/6/2026).

Sekretaris DPD II Golkar Soppeng, Syamsuddin, mengatakan sekitar 13 DPD II hadir dalam agenda tersebut. Selain pengurus kabupaten dan kota, sejumlah organisasi kemasyarakatan serta organisasi sayap Partai Golkar juga ikut menghadiri pertemuan.

Menurutnya, tidak seluruh DPD II hadir dengan formasi lengkap karena sebagian ketua berhalangan. Meski demikian, komunikasi politik dengan daerah-daerah tersebut disebut masih terus berjalan.

DPD II Soppeng Alihkan Dukungan

Syamsuddin mengungkapkan DPD II Golkar Soppeng hadir bersama Ketua DPD II Andi Kaswadi Razak untuk menyampaikan dukungan kepada IAS.

Ia mengatakan perubahan arah dukungan dilakukan setelah DPP Partai Golkar menerbitkan surat diskresi kepada IAS sebagai bakal calon dalam Musda Golkar Sulsel.

Menurutnya, keputusan tersebut dipandang sebagai bagian dari arahan organisasi yang menjadi acuan bagi pengurus di daerah.

Diskresi Dinilai Memiliki Arti Strategis

Ketua DPD II Golkar Soppeng, Andi Kaswadi Razak, menilai surat diskresi yang diterbitkan DPP bukan hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki makna politik dalam proses pemilihan ketua DPD.

Ia menyebut pengurus di daerah menghormati keputusan tersebut sebagai bagian dari mekanisme organisasi dan memilih menyesuaikan arah dukungan.

Pandangan serupa juga disampaikan Ketua DPD II Golkar Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi.

Menurutnya, terbitnya surat diskresi menjadi salah satu dasar bagi daerah untuk menentukan sikap politik menjelang Musda sekaligus menjaga soliditas internal partai.

Konsolidasi Diperkirakan Terus Berlanjut

Meski sejumlah DPD II telah menyatakan dukungan kepada IAS, proses konsolidasi internal Partai Golkar Sulawesi Selatan diperkirakan masih akan berlangsung hingga pelaksanaan Musda.

Beberapa daerah yang belum menyerahkan dukungan secara resmi disebut akan melanjutkan komunikasi dalam waktu dekat.

Perkembangan ini menunjukkan dinamika politik internal Golkar Sulsel masih terbuka dan berpotensi berubah sesuai mekanisme organisasi yang berlaku. 

Musda mendatang akan menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan partai di tingkat provinsi sekaligus menguji sejauh mana konsolidasi yang dibangun para kandidat mampu diterjemahkan menjadi dukungan nyata dalam forum pemilihan. (*)

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Usai Terima Diskresi DPP, IAS Konsolidasikan Dukungan DPD II Jelang Musda Golkar Sulsel
  • Usai Terima Diskresi DPP, IAS Konsolidasikan Dukungan DPD II Jelang Musda Golkar Sulsel
  • Usai Terima Diskresi DPP, IAS Konsolidasikan Dukungan DPD II Jelang Musda Golkar Sulsel
  • Usai Terima Diskresi DPP, IAS Konsolidasikan Dukungan DPD II Jelang Musda Golkar Sulsel
  • Usai Terima Diskresi DPP, IAS Konsolidasikan Dukungan DPD II Jelang Musda Golkar Sulsel
  • Usai Terima Diskresi DPP, IAS Konsolidasikan Dukungan DPD II Jelang Musda Golkar Sulsel
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan