![]() |
| Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan groundbreaking rehabilitasi Daerah Irigasi di Kabupaten Luwu, Sulsel. |
SULSEL AMANAH INDONESIA, LUWU -- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengajak masyarakat mengawal pembangunan irigasi di Kabupaten Luwu agar selesai tepat waktu dan mampu meningkatkan hasil pertanian.
Harapan Baru bagi Petani di Luwu
Akses air yang lebih stabil menjadi harapan besar bagi petani di Kabupaten Luwu. Untuk memastikan manfaat itu benar-benar terwujud, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengajak masyarakat ikut mengawasi pembangunan jaringan irigasi yang tengah dikerjakan di Desa Sampeang.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat penting agar proyek berjalan sesuai rencana, selesai tepat waktu, dan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Masyarakat Diminta Ikut Mengawal Proyek
Andi Sudirman mengatakan pembangunan daerah irigasi (DI) Lengkong Pini dan Makawa merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki layanan pengairan yang selama bertahun-tahun belum berfungsi secara optimal.
"Semoga pembangunan daerah irigasi ini segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi para petani. Mari kita awasi bersama proses pembangunannya agar hasilnya benar-benar berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Makassar, Minggu.
Bagian dari Program Rehabilitasi Irigasi Bernilai Rp120 Miliar
Pembangunan tersebut masuk dalam Paket 4 Program Multiyears Project (MYP) rehabilitasi daerah irigasi yang mencakup delapan jaringan irigasi di Kabupaten Enrekang, Luwu, Toraja Utara, Luwu Utara, dan Luwu Timur.
Program ini memiliki nilai anggaran sekitar Rp120 miliar dan menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengembalikan fungsi jaringan irigasi yang sebelumnya tidak lagi mampu mendukung kebutuhan sektor pertanian secara maksimal.
Ribuan Hektare Lahan Berpotensi Mendapat Pasokan Air
Gubernur menjelaskan rehabilitasi Irigasi Lengkong Pini ditargetkan mampu mengairi sekitar 300 hektare lahan pertanian. Kapasitas serupa juga dimiliki Irigasi Makawa yang diproyeksikan melayani sekitar 300 hektare area persawahan.
Ia mengungkapkan, sebagian besar jaringan irigasi di kawasan tersebut tidak lagi berfungsi selama kurang lebih tujuh tahun karena belum mendapatkan penanganan.
"Selama sekitar tujuh tahun, sebagian besar kawasan irigasi ini tidak lagi dialiri air karena jaringan irigasinya belum dikerjakan. Kini kita mulai membangunnya secara bertahap hingga tuntas," katanya.
Menurut Andi Sudirman, potensi kawasan tersebut masih jauh lebih besar. Dengan dukungan sumber air yang mencukupi, cakupan layanan irigasi pada masa mendatang berpeluang diperluas hingga mencapai ribuan hektare lahan pertanian.
Diharapkan Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
Pemulihan jaringan irigasi dinilai bukan hanya menyelesaikan persoalan infrastruktur yang lama terbengkalai, tetapi juga menjadi fondasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Luwu dan sekitarnya.
Jika pembangunan berjalan sesuai target, ketersediaan air bagi lahan pertanian diharapkan menjadi lebih terjamin. Kondisi tersebut dapat mendukung peningkatan hasil panen petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan Sulawesi Selatan dalam jangka panjang. Partisipasi masyarakat dalam mengawal proyek juga menjadi salah satu faktor penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan. (*)

