RSUD Syekh Yusuf Bantah Kelalaian dalam Kematian Bayi Athar, Tegaskan Pasien Datang dalam Kondisi Kritis

RSUD Syekh Yusuf 
SULSEL AMANAH INDONESIA, GOWA — Kematian bayi berusia dua bulan, Athar Ismail, di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Syekh Yusuf Gowa yang viral di media sosial memicu perhatian luas masyarakat. Video yang memperlihatkan orang tua korban menangis histeris usai kehilangan buah hatinya memunculkan berbagai pertanyaan terkait penanganan medis dan proses rujukan pasien.

Menanggapi sorotan tersebut, manajemen RSUD Syekh Yusuf membantah adanya kelalaian dalam pelayanan dan menegaskan seluruh tindakan medis telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Pasien Datang dalam Kondisi Sangat Berat

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Syekh Yusuf, Nur Wahyudi, menjelaskan Athar masuk ke IGD pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 20.30 WITA setelah dirujuk dari Puskesmas Barombong.

Menurutnya, saat tiba di rumah sakit kondisi pasien sudah sangat kritis.

"Terkait dengan kejadian meninggalnya bayi Athar, itu sebenarnya sudah ditangani sesuai dengan SOP dan penanganan yang sesuai dengan kasus penyakitnya," kata Nur Wahyudi kepada wartawan.

Ia menjelaskan bayi tersebut mengalami demam yang tidak kunjung turun selama beberapa hari, disertai sesak napas berat serta kondisi tubuh yang mulai menguning.

"Kondisi pasien dalam keadaan berat. Dia datang dalam kondisi demam hari keempat, disertai sesak berat dan kondisi yang agak kuning pada seluruh tubuh," ujarnya.

Tim Medis Langsung Lakukan Penanganan

Nur Wahyudi menegaskan tim dokter dan perawat langsung melakukan penanganan sejak pasien tiba di IGD.

Berbagai tindakan medis dilakukan untuk menstabilkan kondisi pasien, termasuk pemasangan alat bantu pernapasan, pemberian cairan infus, serta terapi obat-obatan sesuai kebutuhan medis.

"Bahkan tim dokter sejak menit pertama pasien tiba di IGD sudah dilibatkan dalam penanganan," katanya.

Namun meski telah mendapatkan perawatan intensif, kondisi pasien terus mengalami penurunan.

Proses Rujukan Dilakukan ke Tiga Rumah Sakit

Pihak rumah sakit juga menjelaskan bahwa sejak awal tim medis telah menilai pasien membutuhkan layanan yang lebih lengkap sehingga dilakukan proses rujukan.

Permintaan rujukan dikirim melalui Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute) ke tiga rumah sakit, yakni RSUP Wahidin Sudirohusodo, RS Islam Faisal, dan RSUD Labuang Baji.

Menurut Nur Wahyudi, proses rujukan berjalan bersamaan dengan upaya stabilisasi kondisi pasien di IGD.

"Itu dalam keadaan masa kritis. Pasien masih dalam penanganan dan belum stabil. Kami tetap melakukan stabilisasi sambil proses pengajuan rujukan berjalan," jelasnya.

Ia menambahkan, keputusan menerima atau tidak menerima pasien sepenuhnya menjadi kewenangan rumah sakit tujuan.

"Kami tidak punya kewenangan mempercepat karena itu menjadi kewenangan rumah sakit penerima," katanya.

RSUD Syekh Yusuf menyebut konfirmasi penerimaan pasien baru diterima ketika kondisi Athar telah meninggal dunia pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 03.00 WITA.

Sistem Rujukan Kembali Jadi Sorotan

Kasus ini kembali menyoroti efektivitas sistem rujukan pasien kritis, khususnya bagi bayi dan anak yang membutuhkan penanganan cepat serta fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Selain kualitas pelayanan medis, perhatian publik juga tertuju pada kecepatan koordinasi antar-rumah sakit dalam menangani pasien gawat darurat yang membutuhkan rujukan segera.

Manajemen RSUD Syekh Yusuf menegaskan pihaknya terbuka terhadap evaluasi dan akan mendukung setiap proses yang diperlukan untuk memberikan kejelasan kepada keluarga pasien maupun masyarakat.

Sementara itu, kasus meninggalnya bayi Athar menjadi pengingat bahwa keberhasilan penanganan pasien kritis tidak hanya bergantung pada tindakan medis di rumah sakit pertama, tetapi juga pada efektivitas sistem rujukan dan ketersediaan layanan kesehatan lanjutan yang dapat diakses dalam waktu cepat. (*)

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • RSUD Syekh Yusuf Bantah Kelalaian dalam Kematian Bayi Athar, Tegaskan Pasien Datang dalam Kondisi Kritis
  • RSUD Syekh Yusuf Bantah Kelalaian dalam Kematian Bayi Athar, Tegaskan Pasien Datang dalam Kondisi Kritis
  • RSUD Syekh Yusuf Bantah Kelalaian dalam Kematian Bayi Athar, Tegaskan Pasien Datang dalam Kondisi Kritis
  • RSUD Syekh Yusuf Bantah Kelalaian dalam Kematian Bayi Athar, Tegaskan Pasien Datang dalam Kondisi Kritis
  • RSUD Syekh Yusuf Bantah Kelalaian dalam Kematian Bayi Athar, Tegaskan Pasien Datang dalam Kondisi Kritis
  • RSUD Syekh Yusuf Bantah Kelalaian dalam Kematian Bayi Athar, Tegaskan Pasien Datang dalam Kondisi Kritis
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan