![]() | |
| DLHK Sulsel Libatkan Berbagai Pihak Tanam 7.000 Bibit Mangrove di Pangkep |
Kepala DLHK Sulsel, Andi Kasman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Penanaman Mangrove Serentak yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya mempercepat rehabilitasi ekosistem pesisir.
Dorong Rehabilitasi Pesisir dan Mitigasi Perubahan Iklim
Menurut Andi Kasman, penanaman mangrove tidak hanya bertujuan memulihkan kawasan pesisir, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi hutan mangrove.
Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah bersama TNI, Polri, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Tujuan lainnya adalah mendorong upaya mitigasi perubahan iklim melalui pemulihan tutupan hutan mangrove sebagai penyerap karbon biru atau blue carbon," katanya.
Ia menambahkan, rehabilitasi mangrove merupakan bagian dari komitmen bersama menjaga kawasan pesisir demi mendukung keberlanjutan ekosistem laut serta sektor perikanan.
Indonesia Miliki Seperempat Mangrove Dunia
Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025, Indonesia memiliki kawasan mangrove seluas 3,45 juta hektare atau sekitar 20–25 persen dari total mangrove dunia.
Ekosistem tersebut berperan penting melindungi sekitar 17.000 kilometer garis pantai sekaligus menopang kehidupan sekitar 50 juta masyarakat pesisir.
Wabup Pangkep: Jangan Hanya Seremonial
Wakil Bupati Pangkep, Abdul Rahman Assagaf, mengingatkan agar peringatan Hari Mangrove Sedunia tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
"Peringatan Hari Mangrove bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap pelestarian ekosistem mangrove sebagai perlindungan lingkungan," ujarnya.
Menurutnya, Kabupaten Pangkep memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ekosistem mangrove karena menjadi penopang sektor perikanan, pariwisata, dan perekonomian masyarakat pesisir.
Selain itu, keberadaan mangrove juga berfungsi mengurangi risiko bencana di wilayah pantai, seperti abrasi dan gelombang pasang.
Libatkan Berbagai Pemangku Kepentingan
Kegiatan penanaman mangrove tersebut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. M. Ishak Iskandar, yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan.
Turut hadir jajaran Forkopimda, perwakilan kementerian terkait, TNI-Polri, akademisi, komunitas lingkungan, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelestarian dan rehabilitasi ekosistem pesisir.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap upaya rehabilitasi mangrove dapat berjalan berkelanjutan sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim. (*)

