![]() |
| Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Mengecat Atap di Makassar |
SULSEL AMANAH INDONESIA, MAKSSAR -- Seorang pria bernama Djufri (43) tewas tersengat listrik saat mengecat atap bangunan bertingkat di Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Jumat, 31 Januari 2026.
Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka serius akibat sengatan listrik.
Insiden kecelakaan kerja tersebut terjadi di Pondok Hana, Jalan Bung Permai, Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Saat kejadian, korban berada di atas atap lantai bertingkat untuk melakukan pengecatan.
Kapolsek Tamalanrea Kompol Muhammad Yusuf menjelaskan, korban diduga tidak sengaja menyentuh kabel listrik yang terbuka dan tidak terbungkus dengan baik. Sengatan listrik membuat korban langsung terkapar di atas atap bangunan.
“Korban berada di atas atap dan diduga menyentuh kabel listrik yang tidak terbungkus dengan baik, sehingga tersengat listrik,” ujar Muhammad Yusuf.
Usai tersengat listrik, kondisi korban dilaporkan kritis. Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar segera dikerahkan untuk melakukan evakuasi dari lokasi kejadian.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut. Penyelidikan mencakup kemungkinan adanya kelalaian pemilik pondok maupun kecerobohan korban yang tidak memeriksa kondisi area kerja sebelum melakukan pengecatan.
Akbar, rekan korban yang menjadi saksi mata, mengatakan Djufri datang untuk menyelesaikan pekerjaan pengecatan. Setelah pembagian tugas, korban memilih mengecat bagian atap dan tanpa sengaja menyentuh kabel listrik yang terbuka.
“Korban langsung terpental di sekitar atap. Saya segera menghubungi pemilik pondok dan pihak kepolisian,” ungkap Akbar.
Kepala Bidang Penyelamatan Damkarmat Makassar, Ismail Abdullah, menyebut proses evakuasi sempat terkendala karena posisi korban berada di atap lantai tiga serta kondisi angin yang cukup kencang.
Tim evakuasi melakukan penanganan secara ekstra hati-hati karena masih terdapat kabel listrik terbuka di sekitar lokasi, meski aliran listrik telah dipadamkan sepenuhnya. Korban dievakuasi menggunakan tandu dan tali pengaman.
“Korban dievakuasi dalam kondisi kritis dan langsung dibawa ke RSUD Daya, namun tidak tertolong,” ujar Ismail.
Sebanyak lima personel Damkarmat dikerahkan dengan dukungan tenaga medis puskesmas dan ambulans rumah sakit. Peristiwa ini menjadi peringatan serius akan pentingnya standar keselamatan kerja, khususnya di lokasi dengan instalasi listrik terbuka.

