Ribuan Lubang di Jalan Nasional Sulsel Jadi Sorotan Menjelang Mudik Lebaran

ILUSTRASI. Jalan rusak

SULSEL AMANAH INDONESIA, MAKASSAR -- Menjelang arus mudik Lebaran, kondisi sejumlah jalan nasional di Sulawesi Selatan kembali menjadi perhatian. Di beberapa ruas utama yang menghubungkan kabupaten dan kota, lubang di badan jalan masih ditemukan dan dinilai berpotensi membahayakan pengendara yang akan melakukan perjalanan jauh.

Situasi ini mendorong DPRD Sulawesi Selatan meminta percepatan perbaikan jalan, terutama pada jalur-jalur utama yang akan dilalui pemudik. Jalan yang rusak dikhawatirkan tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga memperlambat arus lalu lintas saat mobilitas masyarakat meningkat.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel Sufriadi Arif menyampaikan kekhawatiran tersebut saat menyoroti kondisi jalan nasional yang masih banyak mengalami kerusakan.

"Banyaknya kerusakan jalan dan berlubang itu dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko kecelakaan maupun menghambat aktivitas lalulintas masyarakat yang akan mudik lebaran tahun ini," kata Wakil Ketua Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Sulsel Sufriadi Arif di Makassar, Rabu.

Lebih dari Seribu Titik Kerusakan

Dalam rapat kerja dengan pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan, terungkap bahwa kerusakan jalan nasional tersebar di berbagai wilayah.

BBPJN mencatat terdapat sekitar 1.600 titik jalan berlubang yang tersebar di 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, termasuk di jalur Trans Sulawesi yang menjadi salah satu koridor utama transportasi darat di kawasan timur Indonesia.

Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani karena sejumlah insiden kendaraan mengalami ban bocor setelah menghantam lubang di jalan Trans Sulawesi, khususnya pada ruas yang menghubungkan Kabupaten Pangkep, Barru, hingga Kota Parepare.

Selain aspek keselamatan, kondisi jalan juga berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi. Jalur tersebut menjadi penghubung distribusi barang antarkabupaten maupun antarprovinsi di wilayah Sulawesi.

Faktor Cuaca dan Usia Jalan

Kepala BBPJN Sulawesi Selatan Indra Cahya Kusuma menjelaskan kerusakan jalan dipengaruhi beberapa faktor, termasuk curah hujan tinggi serta usia infrastruktur yang sudah cukup lama.

Menurutnya, sebagian ruas jalan telah digunakan lebih dari sembilan tahun sehingga membutuhkan penanganan pemeliharaan yang lebih intensif.

"Terkait dengan penanganan jalan, kami memiliki alat untuk aset pemeliharaan jalan, termasuk ruas-ruas serta historis penanganan jalan tersebut lebih dari beberapa tahun," katanya.

Ia juga menyebut perbaikan berupa penambalan lubang telah dilakukan di berbagai titik. Namun masih terdapat puluhan titik kerusakan yang tersisa, terutama di ruas jalan poros Maros, Pangkep hingga Barru.

Minimnya Minat Kontraktor

Selain faktor cuaca dan usia jalan, BBPJN juga menghadapi kendala di lapangan terkait pelaksanaan perawatan jalan.

Indra menjelaskan bahwa sebagian penyedia jasa konstruksi swasta kurang tertarik mengerjakan pemeliharaan di beberapa ruas tertentu.

"Penanganan perbaikan lubang sudah dilaksanakan berkali-kali, tetapi pembayarannya hanya sekali. Jadi, kami melihat mereka lebih memilih ruas jalan lain seperti ruas jalan Jeneponto-Bulukumba, dibandingkan Maros sampai Barru yang tidak dilalui kendaraan muatan berat," tuturnya menjelaskan.

Kondisi ini membuat proses pemeliharaan di beberapa ruas jalan berjalan lebih lambat dibanding wilayah lain.

Prioritas Perbaikan Sebelum Mudik

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid menegaskan bahwa perbaikan jalan nasional harus menjadi prioritas sebelum arus mudik Lebaran dimulai.

Ia meminta BBPJN mempercepat penanganan titik-titik kerusakan yang masih tersisa.

"Kesimpulannya, untuk jalan nasional yang ditangani BBPJN belum diperbaiki segera diselesaikan sebelum masa mudik lebaran tahun ini. Karena masih ada waktu perbaikan," ucapnya menegaskan.

Dalam pertemuan yang sama, DPRD juga menyoroti pengawasan kendaraan bermuatan berat yang melintas di jalan nasional.

Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulawesi Selatan dinilai belum maksimal mengawasi kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas.

Menurut DPRD, kendaraan dengan tonase berlebih atau over load menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan yang semakin cepat.

"Kami berencana melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan guna mengkonsultasikan terkait persoalan ini. Alasannya, setelah diambil alih balai pengawasannya minim. Kita berupaya, selain pengelolaan jembatan timbang, terminal dan pelabuhan dapat ambil alih kembali provisi," ujarnya menegaskan.

Dengan waktu yang tersisa sebelum arus mudik dimulai, kondisi jalan nasional di Sulawesi Selatan kini menjadi perhatian utama. Perbaikan yang cepat tidak hanya dibutuhkan untuk kelancaran perjalanan, tetapi juga untuk memastikan keselamatan ribuan masyarakat yang akan melintasi jalur tersebut saat Lebaran tiba.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Ribuan Lubang di Jalan Nasional Sulsel Jadi Sorotan Menjelang Mudik Lebaran
  • Ribuan Lubang di Jalan Nasional Sulsel Jadi Sorotan Menjelang Mudik Lebaran
  • Ribuan Lubang di Jalan Nasional Sulsel Jadi Sorotan Menjelang Mudik Lebaran
  • Ribuan Lubang di Jalan Nasional Sulsel Jadi Sorotan Menjelang Mudik Lebaran
  • Ribuan Lubang di Jalan Nasional Sulsel Jadi Sorotan Menjelang Mudik Lebaran
  • Ribuan Lubang di Jalan Nasional Sulsel Jadi Sorotan Menjelang Mudik Lebaran
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan