Unggul Dua Gol, PSM Runtuh dan Tumbang 2-4 dari Persita


SULSEL AMANAH INDONESIA, PAREPARE -- Keunggulan dua gol dalam 25 menit pertama biasanya cukup untuk mengunci pertandingan. Namun bagi PSM Makassar, keunggulan itu justru berubah menjadi titik awal keruntuhan.

Di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/3/2026), PSM takluk 2-4 dari Persita Tangerang pada pekan ke-24 Super League 2025/2026. Hasil ini bukan sekadar kekalahan kandang—ini kekalahan keempat beruntun yang menyeret Juku Eja makin dekat ke pusaran zona degradasi.

Dari Dominan Jadi Tertekan

PSM membuka laga dengan tempo tinggi. Menit ke-7, Yuran Fernandes menuntaskan penalti usai dilanggar dalam situasi bola mati. Skor 1-0 memantik kepercayaan diri tuan rumah.

Dominasi berlanjut. Menit ke-25, tandukan Aloisio Neto memaksimalkan sepak pojok Victor Dethan dan menggandakan keunggulan. Skema bola mati bekerja efektif, lini depan agresif, dan Persita terlihat kesulitan keluar dari tekanan.

Namun momentum berubah dalam rentang tiga menit yang menentukan.

Menit ke-34, pelanggaran di kotak penalti memberi kesempatan bagi Persita memperkecil skor melalui eksekusi Andrejic. Tiga menit kemudian, sepakan Pablo Ganet menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Dalam waktu singkat, kontrol pertandingan lepas dari tangan PSM.

Efektivitas Jadi Pembeda

Babak kedua memperlihatkan kontras pendekatan. PSM mencoba membangun serangan, tetapi penyelesaian akhir tak setajam awal laga. Sebaliknya, Persita bermain lebih sabar dan menunggu ruang.

Menit ke-73, serangan balik cepat diselesaikan Rayco untuk membawa tim tamu unggul 3-2. Situasi makin sulit ketika PSM meningkatkan intensitas tanpa keseimbangan transisi bertahan.

Menit ke-88, skema serangan balik kembali berbuah gol. Hokky Caraka memanfaatkan ruang terbuka dan memastikan kemenangan 4-2 bagi Persita.

Empat gol dari situasi yang lahir setelah perubahan momentum menunjukkan satu hal: efektivitas dan disiplin taktik lebih menentukan dibanding dominasi awal.

Alarm Serius di Papan Bawah

Kekalahan ini membuat PSM tertahan di peringkat ke-13 dengan 23 poin, hanya terpaut lima angka dari zona degradasi. Dengan kompetisi memasuki fase krusial, margin tersebut jauh dari kata aman.

Empat kekalahan beruntun bukan sekadar statistik. Ini menyangkut kepercayaan diri, konsistensi lini belakang, dan kemampuan menjaga fokus ketika sudah unggul. Tanpa perbaikan cepat, tekanan akan semakin berat—baik di ruang ganti maupun di tribun.

Sementara bagi Persita, kemenangan tandang ini memperkuat posisi mereka di papan tengah dan menegaskan kemampuan memaksimalkan momentum.

Musim masih menyisakan laga, tetapi waktu untuk membalikkan arah semakin sempit bagi PSM. Jika tren ini tak segera diputus, bayang-bayang degradasi bukan lagi ancaman jauh—melainkan risiko nyata.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Unggul Dua Gol, PSM Runtuh dan Tumbang 2-4 dari Persita
  • Unggul Dua Gol, PSM Runtuh dan Tumbang 2-4 dari Persita
  • Unggul Dua Gol, PSM Runtuh dan Tumbang 2-4 dari Persita
  • Unggul Dua Gol, PSM Runtuh dan Tumbang 2-4 dari Persita
  • Unggul Dua Gol, PSM Runtuh dan Tumbang 2-4 dari Persita
  • Unggul Dua Gol, PSM Runtuh dan Tumbang 2-4 dari Persita
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan