Makassar Raih Penghargaan Dunia, dari Kawasan Rentan Menjadi Model Kota Masa Depan

Makassar Raih Penghargaan Dunia, dari Kawasan Rentan Menjadi Model Kota Masa Depan
 
SULSEL AMANAH INDONESIA, MAKASSAR -- Program RISE mengantarkan Makassar meraih WRI Ross Center Prize for Cities 2025–2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan internasional atas keberhasilan kota tersebut menghadirkan solusi nyata bagi persoalan permukiman kumuh melalui pendekatan yang menggabungkan kesehatan, sanitasi, lingkungan, dan partisipasi masyarakat.

Di tengah meningkatnya tantangan perkotaan akibat kepadatan penduduk, perubahan iklim, dan keterbatasan infrastruktur dasar, Kota Makassar justru menghadirkan kabar yang membanggakan.

Kota terbesar di Kawasan Timur Indonesia itu berhasil meraih penghargaan bergengsi WRI Ross Center Prize for Cities 2025–2026 melalui Program Revitalising Informal Settlements and their Environments (RISE), sebuah inisiatif yang selama hampir satu dekade berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan permukiman rentan.

Penghargaan tersebut menempatkan Makassar sebagai salah satu contoh kota dunia yang dinilai berhasil mengubah kawasan dengan berbagai keterbatasan menjadi lingkungan yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan.

Bagi banyak kota berkembang, persoalan permukiman kumuh sering kali menjadi tantangan yang sulit diselesaikan. Sanitasi yang buruk, tingginya risiko penyakit, kualitas lingkungan yang rendah, serta ancaman banjir dan perubahan iklim merupakan persoalan yang terus berulang.

Makassar memilih pendekatan berbeda.

Alih-alih hanya membangun infrastruktur fisik, Program RISE mengintegrasikan perbaikan sanitasi, pengelolaan air, kesehatan masyarakat, penguatan lingkungan, dan keterlibatan aktif warga dalam satu sistem yang saling terhubung.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu alasan utama program ini mendapat perhatian dunia.

Direktur Program RISE, Diego Ramírez-Lovering, menilai keberhasilan Makassar lahir dari kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, mitra pembangunan, dan masyarakat.

"Makassar telah membuktikan bahwa kemitraan masyarakat, inovasi teknis, dan komitmen pemerintah dapat bersinergi untuk memperbaiki kondisi masyarakat dan menciptakan tempat tinggal yang lebih sehat," ujarnya.

Menurut Diego, keberhasilan pembangunan kota tidak selalu ditentukan oleh besarnya investasi, melainkan kemampuan membangun kolaborasi yang berkelanjutan serta menempatkan masyarakat sebagai bagian dari solusi.

Ketika Warga Menjadi Pelaku Perubahan

Salah satu kekuatan utama Program RISE terletak pada pendekatan berbasis komunitas.

Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut terlibat sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan fasilitas yang dibangun.

Model partisipatif tersebut memungkinkan pembangunan berjalan lebih sesuai kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.

Dampaknya dirasakan langsung di tingkat rumah tangga.

Akses sanitasi yang lebih baik, lingkungan yang lebih sehat, dan meningkatnya kualitas kawasan tempat tinggal berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Dari Persoalan Lokal Menjadi Pembelajaran Global

Tantangan yang dihadapi Makassar sesungguhnya merupakan gambaran persoalan yang juga dihadapi banyak kota di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Karena itu, keberhasilan Program RISE memiliki nilai yang jauh melampaui batas wilayah kota.

Program ini menunjukkan bahwa peningkatan kesehatan masyarakat, ketahanan iklim, dan kualitas lingkungan dapat dicapai secara bersamaan melalui pendekatan yang terintegrasi.

Pengalaman Makassar kini menjadi salah satu contoh praktik baik yang mendapat perhatian komunitas pembangunan perkotaan dunia.

Buah Kerja Panjang Hampir Satu Dekade

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan penghargaan tersebut merupakan hasil dari kerja panjang yang dilakukan secara konsisten selama bertahun-tahun.

Menurutnya, penghargaan bukanlah tujuan utama program tersebut.

"Penghargaan ini kita dapat bukan karena kita menginginkan penghargaan ini. Tapi kita mendapatkan penghargaan ini karena kita bekerja dengan sungguh-sungguh memastikan program ini memberikan dampak secara langsung dan nyata di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengakuan internasional merupakan konsekuensi dari komitmen untuk menghadirkan perubahan nyata bagi warga.

Tantangan Berikutnya

Meski berhasil meraih penghargaan dunia, pekerjaan besar masih menanti.

Masih terdapat kawasan yang membutuhkan peningkatan kualitas lingkungan, sanitasi, dan infrastruktur dasar. Keberhasilan Program RISE menjadi fondasi penting untuk memperluas transformasi tersebut ke lebih banyak wilayah.

Penghargaan WRI Ross Center Prize for Cities bukan sekadar pencapaian bagi Makassar. Penghargaan ini menunjukkan bahwa kota berkembang dapat menjadi laboratorium inovasi yang menghasilkan solusi relevan bagi tantangan perkotaan global.

Makassar telah membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari lingkungan terkecil. Kini, kota ini tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi kota-kota lain di dunia yang menghadapi persoalan serupa. (*)

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Makassar Raih Penghargaan Dunia, dari Kawasan Rentan Menjadi Model Kota Masa Depan
  • Makassar Raih Penghargaan Dunia, dari Kawasan Rentan Menjadi Model Kota Masa Depan
  • Makassar Raih Penghargaan Dunia, dari Kawasan Rentan Menjadi Model Kota Masa Depan
  • Makassar Raih Penghargaan Dunia, dari Kawasan Rentan Menjadi Model Kota Masa Depan
  • Makassar Raih Penghargaan Dunia, dari Kawasan Rentan Menjadi Model Kota Masa Depan
  • Makassar Raih Penghargaan Dunia, dari Kawasan Rentan Menjadi Model Kota Masa Depan
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan