Milad ke-72 UMI, Masjid Umar bin Khattab Diresmikan untuk Perkuat Karakter dan Peradaban Kampus

Peresmian Masjid Umar bin Khattab menjadi simbol komitmen Universitas Muslim Indonesia (UMI) dalam membangun ekosistem pendidikan.
SULSEL AMANAH INDONESIA, MAKASSAR -- Peresmian Masjid Umar bin Khattab menjadi simbol komitmen Universitas Muslim Indonesia (UMI) dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berkarakter.

Kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, jumlah lulusan, atau fasilitas modern yang dimiliki. Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, tantangan terbesar kampus justru terletak pada kemampuannya membentuk generasi yang memiliki integritas, karakter, dan orientasi nilai yang kuat.

Kesadaran itulah yang menjadi salah satu pesan utama dalam peringatan Milad ke-72 Universitas Muslim Indonesia (UMI). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempertegas identitas kampus sebagai institusi pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman dalam satu ekosistem pembelajaran.

Sebagai bagian dari rangkaian puncak milad, UMI meresmikan Masjid Umar bin Khattab yang telah selesai direnovasi dan ditata ulang sebagai pusat ibadah sekaligus ruang pembinaan karakter bagi sivitas akademika.

Bagi UMI, masjid memiliki posisi yang jauh lebih luas dibandingkan fungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah.

Keberadaan masjid dipandang sebagai pusat pembentukan budaya akademik yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. Di ruang inilah mahasiswa tidak hanya belajar memperkuat hubungan dengan Tuhan, tetapi juga mengembangkan etika, kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Mansyur Ramli, menyebut peresmian Masjid Umar bin Khattab menjadi bagian dari upaya kampus menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul sekaligus berakhlak mulia.

Menurutnya, fungsi masjid harus terus diperluas agar menjadi ruang yang hidup bagi aktivitas keilmuan dan pengembangan karakter generasi muda.

"Agenda ini sejalan dengan Milad UMI sekaligus mempersembahkan salah satu sarana ibadah melalui soft launching Masjid Umar bin Khattab," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga tempat menuntut ilmu dan memperkuat nilai-nilai kehidupan yang menjadi fondasi seorang intelektual Muslim.

Apa Filosofi di Balik Wajah Baru Masjid Umar bin Khattab?

Pembaruan masjid tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan. UMI juga menghadirkan filosofi yang ingin ditanamkan kepada seluruh warga kampus.

Dominasi warna cokelat yang digunakan pada bangunan menjadi simbol kesadaran manusia terhadap asal-usulnya sekaligus pengingat agar tetap rendah hati dalam perjalanan hidup dan keilmuan.

Konsep arsitektur masjid terinspirasi dari nuansa masjid-masjid di Madinah yang identik dengan suasana teduh, nyaman, dan menghadirkan ketenangan bagi jamaah.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang yang mendukung aktivitas ibadah sekaligus menjadi tempat refleksi dan pengembangan diri di tengah dinamika kehidupan kampus.

Lebih dari sekadar estetika, desain yang dihadirkan mencerminkan visi UMI untuk membangun lingkungan akademik yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual.

Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan transformasi sosial membawa berbagai peluang sekaligus tantangan baru bagi dunia pendidikan tinggi.

Kampus kini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik. Dunia kerja dan masyarakat membutuhkan generasi yang mampu mengambil keputusan secara etis, memiliki empati sosial, serta mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai moral.

Dalam konteks tersebut, keberadaan fasilitas keagamaan yang aktif dan produktif menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun karakter mahasiswa.

UMI memandang pembentukan karakter tidak bisa hanya dilakukan melalui ruang kelas. Lingkungan kampus secara keseluruhan harus menjadi ruang pembelajaran yang mendorong tumbuhnya integritas, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan spiritualitas.

Peresmian Masjid Umar bin Khattab menjadi bagian dari strategi yang lebih besar untuk memperkuat pendidikan berbasis nilai di lingkungan kampus.

Peresmian masjid turut mendapat perhatian dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Direktur Jenderal AHU, Dr. Widodo, menilai fasilitas ibadah yang dimiliki UMI termasuk representatif dan memiliki kualitas yang tidak banyak dimiliki perguruan tinggi lainnya.

Menurutnya, lingkungan pendidikan yang didukung fasilitas ibadah yang nyaman dan modern dapat memberikan kontribusi penting terhadap pembinaan karakter mahasiswa.

"UMI sekarang dibekali fasilitas lembaga ibadah yang luar biasa. Tidak semua lembaga pendidikan tinggi memiliki tempat ibadah yang begitu nyaman, teduh, dan modern seperti ini," ujarnya.

Penilaian tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan fasilitas keagamaan bukan hanya berdampak pada lingkungan internal kampus, tetapi juga mendapat pengakuan dari berbagai pihak sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia.

Peresmian bangunan hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana fungsi masjid dapat terus hidup dan memberi manfaat secara berkelanjutan.

Masjid Umar bin Khattab diharapkan berkembang menjadi pusat aktivitas keilmuan dan pembinaan umat melalui berbagai program yang melibatkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat sekitar.

Kajian keislaman, penguatan literasi, pembinaan kepemimpinan, kegiatan sosial, hingga pengembangan budaya intelektual menjadi ruang yang dapat dihidupkan melalui peran Dewan Kemakmuran Masjid.

Semakin aktif fungsi tersebut dijalankan, semakin besar pula kontribusi masjid dalam mendukung visi UMI sebagai kampus yang tidak hanya melahirkan lulusan profesional, tetapi juga pemimpin masa depan yang memiliki integritas dan kepedulian sosial.

Pada akhirnya, Milad ke-72 UMI tidak sekadar menandai bertambahnya usia institusi. Peresmian Masjid Umar bin Khattab menjadi simbol perjalanan panjang kampus dalam membangun pendidikan yang utuh, yaitu pendidikan yang memadukan kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual, dan tanggung jawab kemanusiaan. 

Tantangan ke depan bukan lagi sekadar membangun fasilitas yang lebih baik, melainkan memastikan setiap ruang di kampus mampu menjadi tempat tumbuhnya generasi yang membawa manfaat bagi masyarakat dan peradaban. (*)

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Milad ke-72 UMI, Masjid Umar bin Khattab Diresmikan untuk Perkuat Karakter dan Peradaban Kampus
  • Milad ke-72 UMI, Masjid Umar bin Khattab Diresmikan untuk Perkuat Karakter dan Peradaban Kampus
  • Milad ke-72 UMI, Masjid Umar bin Khattab Diresmikan untuk Perkuat Karakter dan Peradaban Kampus
  • Milad ke-72 UMI, Masjid Umar bin Khattab Diresmikan untuk Perkuat Karakter dan Peradaban Kampus
  • Milad ke-72 UMI, Masjid Umar bin Khattab Diresmikan untuk Perkuat Karakter dan Peradaban Kampus
  • Milad ke-72 UMI, Masjid Umar bin Khattab Diresmikan untuk Perkuat Karakter dan Peradaban Kampus
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan