Polisi Gagalkan Peredaran 70 Kilogram Sabu di Sulsel, Jalur Malaysia-Parepare Terungkap

 

Polda Sulsel Musnahkan Barang Bukti Narkotika


SULSEL AMANAH INDONESIA, MAKASSAR -- Polda Sulawesi Selatan bersama jajaran polres berhasil menggagalkan peredaran lebih dari 70 kilogram sabu sepanjang Januari hingga Mei 2026. Pengungkapan ini mengungkap dugaan jalur penyelundupan narkotika internasional dari Malaysia yang masuk ke Indonesia melalui wilayah perbatasan sebelum dikirim ke Sulawesi Selatan.

Selain menyita puluhan kilogram sabu, polisi juga menangani ribuan kasus narkotika dengan total 1.778 tersangka. Temuan tersebut menunjukkan peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

Lebih dari 70 Kilogram Sabu Disita dalam Lima Bulan

Sepanjang lima bulan pertama tahun 2026, Polda Sulsel dan polres jajaran mencatat pengungkapan besar dalam kasus narkotika.

Barang bukti yang diamankan tidak hanya berupa sabu, tetapi juga meliputi:

  • Ganja

  • Ekstasi

  • Tembakau sintetis

  • Cairan sintetis

  • Obat daftar G

  • Kokain

Dalam periode tersebut, polisi menangani 1.175 laporan kasus dengan total 1.778 tersangka yang terlibat dalam berbagai jaringan peredaran narkotika.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya aktivitas peredaran narkoba yang masih terjadi di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.

Jalur Malaysia–Sebatik–Samarinda–Parepare Terbongkar

Salah satu pengungkapan terbesar berasal dari kasus penyitaan 40 kilogram sabu yang ditangani Polsek Pelabuhan Nusantara Parepare.

Penyelidikan berawal dari penangkapan seorang pelaku di Makassar yang membawa lima kilogram sabu.

Dari pengembangan kasus tersebut, polisi menelusuri jaringan hingga ke Nunukan, Sebatik, dan Palu.

Hasil penyidikan mengarah pada dugaan bahwa sabu berasal dari Malaysia, kemudian masuk ke Indonesia melalui wilayah perbatasan Sebatik.

Setelah itu, barang diduga dikirim ke Samarinda sebelum dibawa menggunakan kapal laut menuju Pelabuhan Parepare.

Pola distribusi ini menunjukkan bagaimana jaringan narkotika memanfaatkan jalur transportasi laut dan logistik antarpulau untuk menyamarkan peredaran barang terlarang.

Kemasan Identik Jadi Petunjuk Jaringan yang Sama

Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkapkan adanya kesamaan kemasan pada sabu yang disita di Makassar dan Parepare.

Seluruh paket menggunakan kemasan teh hijau dengan karakteristik yang serupa.

Kesamaan tersebut menjadi salah satu petunjuk penting bagi penyidik untuk menelusuri kemungkinan keterkaitan antarjaringan serta asal-usul barang yang beredar di berbagai wilayah.

Modus Peredaran Narkoba Semakin Berubah

Polisi juga menemukan perubahan pola distribusi narkotika yang semakin sulit dideteksi.

Selain menggunakan kurir langsung, pelaku kini memanfaatkan berbagai metode seperti:

  • Jasa ekspedisi

  • Pengiriman logistik

  • Ojek online

  • Identitas palsu

Selain itu, muncul pula metode yang dikenal sebagai sistem tempel.

Dalam praktik ini, narkotika diletakkan di lokasi tertentu seperti taman, fasilitas umum, atau titik yang telah ditentukan sebelumnya. Pembeli kemudian menerima koordinat lokasi setelah transaksi selesai.

Metode tersebut membuat penjual dan pembeli tidak perlu bertemu secara langsung sehingga lebih sulit dilacak aparat.

Kurir Dijanjikan Imbalan Besar

Dalam pengungkapan jaringan yang terhubung dengan jalur Malaysia-Parepare, polisi menemukan adanya iming-iming bayaran besar kepada para kurir.

Penyidik mengungkap para pelaku dijanjikan imbalan hingga ratusan juta rupiah untuk mengawal pengiriman narkotika dari wilayah perbatasan menuju Sulawesi Selatan.

Besarnya keuntungan yang ditawarkan menjadi salah satu faktor yang mendorong keterlibatan pelaku dalam jaringan peredaran narkoba lintas wilayah.

Mengapa Pengungkapan Ini Penting?

Penyitaan lebih dari 70 kilogram sabu memiliki dampak signifikan dalam upaya pencegahan peredaran narkotika.

Jika berhasil beredar di masyarakat, puluhan kilogram sabu tersebut berpotensi menjangkau ribuan pengguna dan memperluas dampak sosial, kesehatan, serta kriminalitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, terungkapnya jalur penyelundupan dari Malaysia menunjukkan bahwa jaringan narkotika internasional masih terus memanfaatkan wilayah perbatasan dan jalur laut sebagai pintu masuk ke Indonesia.

Fokus Berikutnya: Membongkar Jaringan di Balik Layar

Meski sejumlah kurir dan pelaku lapangan telah ditangkap, pekerjaan aparat belum selesai.

Pengembangan kasus masih terus dilakukan untuk menelusuri pihak-pihak yang diduga berperan sebagai pengendali jaringan, pemasok, maupun penerima barang di berbagai daerah.

Keberhasilan membongkar jalur Malaysia-Parepare menjadi langkah penting, namun upaya memutus rantai distribusi hingga ke tingkat bandar besar tetap menjadi tantangan utama dalam pemberantasan narkotika di Sulawesi Selatan dan wilayah Indonesia lainnya.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Polisi Gagalkan Peredaran 70 Kilogram Sabu di Sulsel, Jalur Malaysia-Parepare Terungkap
  • Polisi Gagalkan Peredaran 70 Kilogram Sabu di Sulsel, Jalur Malaysia-Parepare Terungkap
  • Polisi Gagalkan Peredaran 70 Kilogram Sabu di Sulsel, Jalur Malaysia-Parepare Terungkap
  • Polisi Gagalkan Peredaran 70 Kilogram Sabu di Sulsel, Jalur Malaysia-Parepare Terungkap
  • Polisi Gagalkan Peredaran 70 Kilogram Sabu di Sulsel, Jalur Malaysia-Parepare Terungkap
  • Polisi Gagalkan Peredaran 70 Kilogram Sabu di Sulsel, Jalur Malaysia-Parepare Terungkap
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan