![]() |
| Suasana kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Kawasan Bukit Bulu Salili, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan |
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan Satgas melibatkan berbagai unsur, mulai dari penegakan hukum, TNI-Polri, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), hingga tim terkait lainnya.
“Kita sudah ada Gakkum (penegakan hukum), ada TNI-Polri, BPBD, DLHK dan KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) juga tim lainnya untuk bersinergi menanggulangi karhutla,” ujar Andi Sudirman di Makassar, Kamis.
Pemprov Sulsel juga telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung penanganan karhutla. Dukungan tersebut mencakup percepatan respons di lapangan serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran.
Satgas Ditempatkan di Titik Rawan Karhutla
Andi Sudirman mengatakan anggaran penanganan karhutla telah direalisasikan. Satgas juga ditempatkan di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.
“Kita sudah larikan (anggaran) dana untuk support mendukung, dan alhamdulillah itu sudah turun. Ada (penempatan) Satgas di beberapa titik (rawan karhutla),” tuturnya.
Gubernur Sulsel turut mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi lahan yang kering ditambah potensi angin kencang dapat meningkatkan risiko kebakaran dan mempercepat penyebaran api.
“Kita terus mengimbau, mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan segala potensi kebakaran yang bisa saja terjadi. Supaya bisa menghindari kebakaran-kebakaran dengan kewaspadaan. Mari kita sama-sama turun, gotong royong memadamkan kalau ada kebakaran, karena itu bahaya,” katanya.
112 Kasus Karhutla Hanguskan 1.613 Hektare
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan, terdapat 112 kejadian karhutla yang tersebar di 15 kabupaten/kota selama periode Januari hingga Agustus 2026.
Total area yang terdampak kebakaran mencapai 1.613,67 hektare.
Luas tersebut terdiri atas 1.607,92 hektare hutan dan lahan serta 5,75 hektare perkebunan masyarakat.
Kabupaten Enrekang menjadi wilayah dengan dampak terluas. Area hutan dan lahan yang terbakar di daerah tersebut mencapai 1.044,55 hektare dari 10 kejadian karhutla.
Selanjutnya, Kabupaten Barru mencatat area terbakar seluas 315 hektare dari lima kejadian. Sementara Tana Toraja mencatat 126 hektare dari 11 kejadian.
Karhutla Tersebar di Sejumlah Wilayah Sulsel
Kepala DLHK Sulsel Kasman mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, TNI-Polri, Manggala Agni, tim KPH, serta masyarakat.
Sejumlah kejadian karhutla dilaporkan terjadi di wilayah Luwu Raya, Ajatappareng, Enrekang, kawasan Toraja, hingga Kota Parepare.
Kawasan Gunung Bawakaraeng di Enrekang juga sempat mengalami kebakaran dengan luas sekitar 10 hektare. Kebakaran tersebut kemudian berhasil dipadamkan.
Kasman mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, baik untuk kepentingan pribadi maupun perkebunan.
Menurutnya, serasah, semak belukar, rumput, dan vegetasi lainnya yang mengering selama musim kemarau dapat membuat api lebih cepat menjalar.
Kondisi tersebut juga berpotensi menyebabkan kebakaran meluas hingga mendekati kawasan permukiman warga.
Karhutla di Gowa Berhasil Dipadamkan
Penanganan karhutla juga dilakukan di Kabupaten Gowa. Jajaran Kodim 1409/Gowa bersama tim gabungan dan masyarakat berhasil memadamkan kebakaran di dua titik.
Lokasi tersebut berada di Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, serta Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe.
Penanganan di berbagai wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengendalikan karhutla selama musim kemarau 2026.
Pemprov Sulsel mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika kondisi lahan kering dan cuaca mendukung penyebaran api.
Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. (*)
%20di%20Kawasan%20Bukit%20Bulu%20Salili,%20Kelurahan%20Malino,%20Kecamatan%20Tinggi%20Moncong,%20Kabupaten%20Gowa,%20Sulawesi%20Selatan.webp)
