![]() |
| Pemkab Barru Tancap Gas, Sinkronkan Program Daerah dan Nasional |
SULSEL AMANAH INDONESIA, BARRU -- Awal tahun 2026 menjadi momen penting bagi daerah untuk membaca arah kebijakan nasional. Di tengah tekanan efisiensi anggaran dan dorongan percepatan program strategis, pemerintah daerah dituntut tidak sekadar hadir dalam forum koordinasi, tetapi mampu menerjemahkan arahan pusat menjadi kerja nyata di lapangan.
Dalam konteks itulah kehadiran Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, bersama jajaran pimpinan daerah Barru pada Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Arahan Presiden RI di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan memiliki arti lebih dari sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi ruang menyelaraskan langkah daerah dengan prioritas nasional yang kini semakin terfokus.
Fokus Nasional: Pangan, Hilirisasi, dan Efisiensi
Rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari ketahanan pangan, penguatan hilirisasi, hingga efisiensi penggunaan anggaran pusat di daerah. Seluruh kepala daerah se-Sulsel diminta memastikan program nasional tidak berhenti di dokumen, tetapi benar-benar berjalan di wilayah masing-masing.
Bagi Kabupaten Barru, arahan ini bukan hal baru. Sejumlah program nasional telah lebih dulu berjalan dan kini tinggal diperkuat melalui penyesuaian kebijakan dan kesiapan teknis.
Data Pertanian Jadi Penopang Optimisme
Usai kegiatan, Bupati Andi Ina mengungkapkan capaian sektor pertanian Barru yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, produktivitas pertanian daerah ini meningkat signifikan dan berada di atas rata-rata nasional.
Capaian tersebut dinilai mempertegas posisi Barru sebagai salah satu daerah yang konsisten mendukung agenda swasembada pangan nasional. Realisasi luas tanam yang melampaui target juga menjadi indikator bahwa kebijakan di tingkat daerah berjalan searah dengan kebutuhan nasional.
Kebersihan Lingkungan Bukan Sekadar Instruksi
Terkait arahan Presiden mengenai Gerakan Indonesia ASRI yang direspons Gubernur Sulsel melalui program Jumat Bersih, Pemkab Barru menilai kebijakan tersebut sejalan dengan praktik yang sudah lama berjalan.
Menurut Andi Ina, Barru telah membiasakan Gerakan Rabu Bersih yang melibatkan OPD hingga masyarakat di desa dan kelurahan. Penyesuaian jadwal akan dilakukan agar gerakan kebersihan dapat berjalan serentak tanpa menghilangkan partisipasi warga.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa kebijakan pusat tidak selalu dimulai dari nol di daerah, melainkan dapat diperkuat dari kebiasaan lokal yang sudah tumbuh.
Menjemput Program Nasional dengan Kesiapan Teknis
Selain sektor pangan dan lingkungan, Pemkab Barru juga menyiapkan langkah konkret untuk mendukung program nasional lain seperti Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, serta respons cepat terhadap program Sekolah Rakyat.
Untuk memastikan akses terhadap anggaran APBN, pemerintah daerah akan melakukan inventarisasi aset dan penyiapan lahan yang berstatus jelas dan bersih secara hukum. Langkah ini dipandang krusial agar peluang bantuan pusat tidak terhambat persoalan administratif.
Sinergi Jadi Modal Utama
Dalam keterangannya, Bupati Andi Ina menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak berdiri pada satu figur. Sinergi antara kepala daerah, DPRD, Forkopimda, dan masyarakat menjadi kunci agar setiap arahan nasional dapat diterjemahkan secara efektif.
Kehadiran lengkap pimpinan daerah Barru dalam rapat koordinasi ini disebut sebagai bentuk keseriusan untuk bergerak lebih cepat dan terukur. Bukan hanya mengikuti kebijakan pusat, tetapi memastikan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.
Ke depan, tantangan bukan lagi pada seberapa sering daerah hadir dalam forum nasional, melainkan seberapa jauh hasilnya tampak di lapangan. Dan bagi Barru, arah itu kini mulai terbaca.

