Hadapi El Nino, Produksi Padi Sidrap Tetap Stabil hingga 12,3 Ton per Hektare

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif (tehgah) berada di area persawahan untuk mengecek kondisi pengairan, tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Watang Pulu, Baranti, dan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Sabtu (29/8/2028). 

SULSEL AMANAH INDONESIA, SIDRAP -- Fenomena El Nino yang memicu kekeringan di sejumlah daerah tidak memberikan dampak signifikan terhadap produksi beras di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan pemerintah daerah terus melakukan berbagai intervensi untuk memastikan petani tetap mendapatkan pasokan air selama musim kemarau.

"Dampak El Nino memang ada, tetapi tidak berpengaruh besar pada hasil panen di Sidrap. Kami berupaya membantu petani mendapatkan air untuk sawah mereka dengan bantuan sarana dan prasarana," kata Syaharuddin saat berbincang dengan wartawan di Makassar, Minggu.

Pompanisasi Bantu Petani Hadapi Kekeringan

Syaharuddin menjelaskan, dampak kekeringan lebih terasa oleh masyarakat yang tinggal di daerah sentra pertanian. Sementara masyarakat perkotaan seperti Makassar relatif tidak merasakan dampaknya secara langsung karena pasokan pangan masih terus didistribusikan dari daerah produksi.

Menurutnya, pemerintah bersama petani terus berupaya menjaga produktivitas lahan melalui penyediaan sarana pengairan.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Sidrap telah menyalurkan bantuan pompanisasi serta menjalankan program listrik masuk sawah.

Kepala DTPHPKP Sidrap Ibrahim mengatakan bantuan tersebut mencakup pompa, BBM Pertalite, tabung gas LPG, hingga token listrik.

"Kita sudah menyerahkan bantuan pompa dan BBM Pertalite, tabung gas LPG, serta token listrik. Ini dilakukan agar petani kita bisa merawat padi sampai panen dengan hasil maksimal," ujar Ibrahim.

2.193 Titik Bor Layani 10.965 Hektare Sawah

Intervensi pengairan tersebut telah menjangkau ribuan titik lahan pertanian yang terdampak kekeringan.

Ibrahim menyebut program tersebut telah mencakup 2.193 titik bor yang digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi sekitar 10.965 hektare lahan persawahan.

Menurut dia, berbagai bantuan tersebut, ditambah kerja keras penyuluh pertanian dan petani, membuat lahan persawahan tetap produktif meskipun berada dalam kondisi kemarau.

Produksi Gabah Sidrap Capai 663 Ribu Ton

Sidrap merupakan salah satu daerah sentra produksi beras di Sulawesi Selatan. Kabupaten tersebut memiliki luas wilayah sekitar 188.325 hektare dengan luas baku lahan persawahan mencapai 52.227 hektare.

Dari total tersebut, sekitar 34 ribu hektare merupakan sawah irigasi dan 22 ribu hektare lainnya merupakan sawah tadah hujan.

Produksi gabah kering panen (GKP) di Sidrap rata-rata mencapai sekitar 434.000 hingga 663.000 ton per tahun.

Produktivitas gabah juga relatif tinggi, yakni berada pada kisaran 10-12 ton per hektare pada masa panen.

Bahkan di tengah kondisi kekeringan, sejumlah wilayah masih mampu mempertahankan produktivitas sekitar 10 ton gabah per hektare melalui penerapan sistem irigasi terpadu.

Sawah Tetap Produktif di Tengah Kekeringan

Salah satu contoh terdapat di Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae. Dari sekitar 300 hektare lahan persawahan, sebanyak 52 hektare telah menerapkan pola IP300 atau tiga kali panen dalam setahun.

Lahan tersebut masih mampu menghasilkan sekitar 10 hingga 12,3 ton gabah per hektare meski menghadapi kondisi kekeringan.

Produktivitas serupa juga terlihat di Desa Otting, Kecamatan Pitu Riawa. Lahan milik petani Idris Lakna dilaporkan menghasilkan sekitar 10 ton gabah per hektare dalam sekali panen.

Dari hasil tersebut, nilai produksi yang diperoleh mencapai sekitar Rp83 juta dalam satu kali panen.

Sementara di Desa Padangloang, Kecamatan Dua Pitue, lahan persawahan dengan luas baku sekitar 481 hektare juga mampu menghasilkan rata-rata 10 ton gabah per hektare.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa intervensi pengairan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian Sidrap selama musim kemarau.

Pemerintah Kabupaten Sidrap pun terus mendorong penyediaan sarana dan prasarana pertanian agar produksi padi tetap terjaga dan kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi meski menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Hadapi El Nino, Produksi Padi Sidrap Tetap Stabil hingga 12,3 Ton per Hektare
  • Hadapi El Nino, Produksi Padi Sidrap Tetap Stabil hingga 12,3 Ton per Hektare
  • Hadapi El Nino, Produksi Padi Sidrap Tetap Stabil hingga 12,3 Ton per Hektare
  • Hadapi El Nino, Produksi Padi Sidrap Tetap Stabil hingga 12,3 Ton per Hektare
  • Hadapi El Nino, Produksi Padi Sidrap Tetap Stabil hingga 12,3 Ton per Hektare
  • Hadapi El Nino, Produksi Padi Sidrap Tetap Stabil hingga 12,3 Ton per Hektare
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan