![]() |
| Ribuan Petugas Lapangan Makassar Terima Paket Lebaran di Karebosi |
SULSEL AMANAH INDONESIA, MAKASSAR -- Setiap pagi ketika kota mulai bergerak, ada orang-orang yang sudah lebih dulu bekerja tanpa banyak terlihat. Mereka membersihkan jalan, mengangkat sampah dari selokan, mengurus drainase, hingga memastikan tempat pemakaman tetap terawat. Menjelang Idulfitri tahun ini, para petugas lapangan itu akhirnya mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Makassar.
Di Tribun Lapangan Karebosi, ribuan petugas layanan publik berkumpul pada Minggu (15/3/2026). Mereka datang dari berbagai unit kerja—mulai dari petugas kebersihan, pengelola drainase, pekerja di tempat pembuangan akhir (TPA), hingga petugas pemakaman. Dalam kegiatan itu, pemerintah kota menyalurkan paket Lebaran sebagai bentuk penghargaan atas kerja mereka yang sering berlangsung jauh dari sorotan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, hadir langsung mendampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalam kegiatan tersebut. Ia ikut menyerahkan paket bantuan kepada para petugas yang sehari-hari menjaga kebersihan dan kenyamanan kota.
Menurut Melinda, para petugas lapangan merupakan bagian penting dari wajah pelayanan publik yang sering kali tidak terlihat oleh masyarakat.
“Di balik kota yang bersih dan tertata, ada kerja keras para petugas yang setiap hari turun langsung ke lapangan. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk penghargaan atas dedikasi mereka,” ujar Melinda.
Kerja Lapangan yang Menjaga Kota Tetap Bergerak
Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pekerjaan para petugas tersebut memiliki peran besar dalam kehidupan sehari-hari warga kota.
Ia menyebut, kebersihan jalan, saluran air yang lancar, hingga lingkungan yang tertata tidak lepas dari kerja keras para petugas yang setiap hari turun langsung ke lapangan.
“Dari keringat dan tenaga serta tangan Bapak-Ibu inilah, sampah-sampah yang ada di selokan itu bisa terangkat, sampah-sampah yang berseliweran di jalanan bisa terangkat,” ujarnya.
Bagi pemerintah kota, kegiatan ini juga menjadi bentuk pengakuan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan perkotaan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kerja nyata para petugas di lapangan.
Kolaborasi untuk Ribuan Paket Lebaran
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 7.100 paket Lebaran disalurkan kepada para petugas.
Bantuan itu berasal dari kerja sama antara pemerintah kota dengan sejumlah lembaga dan perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial menjelang hari raya.
Rinciannya meliputi 3.600 paket dari BAZNAS, 1.000 paket dari Bosowa Peduli, 1.000 paket dari Kalla Group, 1.000 paket dari Bank Sulselbar, 300 paket dari BPMD Sulsel, serta 200 paket dari FKIJK.
Melinda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kepedulian sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah kota.
“Ketika banyak pihak bergerak bersama, manfaatnya bisa dirasakan lebih luas. Terutama bagi mereka yang setiap hari bekerja untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Menjelang Idulfitri, paket-paket Lebaran itu membawa lebih dari sekadar kebutuhan pokok. Bagi para petugas lapangan, bantuan tersebut menjadi pengingat bahwa kerja keras mereka—meski sering berlangsung tanpa sorotan—tetap dihargai.

