![]() |
| Musda Golkar Sulsel |
Situasi ini langsung memicu pertanyaan di internal partai. Mengapa nama Appi yang disebut mendapat dukungan luas dari DPD II tidak masuk radar utama jelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel?
Golkar Sulsel Kini Mengerucut ke Dua Nama
Plt Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Arief Rosyid Hasan, menyebut bursa calon ketua kini tersisa dua figur, yakni Ilham Arief Sirajuddin dan Andi Ina Kartika Sari.
Dua nama tersebut disebut menjadi kandidat terkuat jelang Musda Golkar Sulsel yang direncanakan berlangsung di Makassar sebelum Iduladha.
Pengamat politik Nurmal Idrus menilai mengerucutnya kandidat menunjukkan adanya arah dukungan yang sudah mulai terbaca dari DPP Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia.
Kenapa Nama Appi Justru Tidak Muncul?
Absennya nama Appi mulai menjadi sorotan karena sebelumnya sejumlah DPD II Golkar kabupaten/kota dikabarkan solid mendukung Ketua Golkar Makassar tersebut.
Namun menurut Nurmal, ada beberapa kemungkinan strategis mengapa nama Appi belum masuk dalam rekomendasi awal DPP.
Salah satu pertimbangannya adalah posisi Appi yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Makassar. DPP dinilai mungkin ingin Appi fokus lebih dulu membenahi kekuatan Golkar di Makassar sebelum naik ke level provinsi.
“Memberinya beban tambahan sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel bisa dianggap memecah konsentrasi,” kata Nurmal.
Selain itu, IAS dan Andi Ina dinilai memiliki jaringan politik yang lebih merata di tingkat kabupaten/kota se-Sulsel, sementara Appi masih lebih kuat di simpul politik Kota Makassar.
IAS dan Andi Ina Dinilai Punya Kekuatan Berbeda
Menurut pengamat, dua figur yang kini menguat membawa karakter politik yang berbeda.
IAS dianggap mewakili figur senior dengan jaringan loyalis akar rumput yang sudah lama terbentuk di Sulsel. Sementara Andi Ina dinilai kuat dari sisi struktural dan kedekatan dengan birokrasi politik formal.
Faktor lain yang mulai diperhitungkan adalah bagaimana DPP ingin menjaga stabilitas internal partai menjelang agenda politik berikutnya.
Dengan hanya menyisakan dua nama, ruang konflik di tingkat bawah dinilai bisa lebih mudah dikendalikan dibanding jika terlalu banyak kandidat bertarung terbuka.
Dukungan ke Appi Belum Sepenuhnya Hilang
Meski tak masuk radar utama, dukungan terhadap Appi disebut belum benar-benar menghilang.
Sejumlah Ketua DPD II masih mengaku solid mendukung Wali Kota Makassar tersebut. Namun mereka juga menegaskan keputusan akhir tetap menunggu arahan DPP Golkar.
Ketua DPD II Golkar Bulukumba, Nirwan Arifuddin, bahkan menyebut seluruh dinamika masih sangat cair dan bisa berubah mengikuti petunjuk pusat.
Sikap serupa juga disampaikan Ketua DPD II Golkar Pangkep, Andi Ilham Zainuddin, yang menegaskan dukungan terhadap Appi lahir melalui mekanisme pleno organisasi.
Musda Golkar Sulsel Masih Bisa Berubah
Meski peta kandidat mulai terlihat, dinamika politik Golkar Sulsel belum sepenuhnya final.
Nurmal menilai bukan tidak mungkin muncul nama kejutan pada detik-detik terakhir menjelang Musda. Sebab dalam tradisi politik Golkar, keputusan akhir sering kali lahir melalui kompromi dan negosiasi tingkat tinggi.
Di tengah tarik menarik dukungan tersebut, satu hal mulai terlihat jelas: perebutan kursi Golkar Sulsel bukan sekadar soal figur, tetapi juga tentang bagaimana DPP membaca keseimbangan kekuatan politik menuju pemilu mendatang.

