![]() |
| Kondisi Jembatan Salujambu yang mengubungkan Kabupaten Luwu dan Luwu Utara, Sulsel yang terus fokus dirampungkan. |
SULSEL AMANAH INDONESIA, LUWU – Harapan warga yang selama ini bergantung pada jalur penghubung antara Kabupaten Luwu dan Luwu Utara segera terwujud. Pembangunan Jembatan Salujambu di Kecamatan Lamasi kini memasuki tahap akhir dan ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026.
Kehadiran jembatan tersebut bukan hanya mempermudah perjalanan masyarakat, tetapi juga diharapkan mengembalikan kelancaran distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi yang selama ini bergantung pada konektivitas antardaerah.
Pekerjaan Hampir Tuntas
Pemerintah Kabupaten Luwu memastikan progres pembangunan terus bergerak sesuai jadwal. Hingga akhir Juli 2026, sebagian besar pekerjaan utama telah diselesaikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu, Ikhsan Asaad, menjelaskan konstruksi jembatan beton bertulang sudah rampung dan siap difungsikan.
Sementara itu, pembangunan jembatan rangka baja telah mencapai sekitar 95 persen. Penyelesaian struktur utama ditargetkan selesai pada awal Agustus sebelum memasuki tahap pekerjaan akhir.
Masuk Tahap Penyelesaian
Setelah struktur rangka selesai, pekerjaan akan berlanjut pada pemasangan bondek dan pelat baja, kemudian dilanjutkan dengan pengecoran pelat jembatan.
Tahap berikutnya meliputi pembangunan pasangan batu, penimbunan oprit, hingga proses penyempurnaan dan pembersihan kawasan jembatan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proyek ini diproyeksikan selesai sepenuhnya pada 31 Agustus 2026.
Mobilitas Warga Diperkirakan Lebih Cepat
Jembatan Salujambu memiliki peran strategis karena menjadi jalur penghubung masyarakat di wilayah Lamasi menuju Kabupaten Luwu Utara.
Selama proses pembangunan, aktivitas warga maupun distribusi barang membutuhkan penyesuaian. Setelah jembatan beroperasi, perjalanan diperkirakan menjadi lebih efisien sehingga akses menuju pusat ekonomi, pendidikan, maupun layanan kesehatan akan semakin mudah.
Bagi petani, keberadaan jembatan juga diperkirakan membantu mempercepat pengiriman hasil panen ke pasar sehingga biaya distribusi dapat ditekan.
Didukung Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel
Proyek ini dibangun melalui skema Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada Pemerintah Kabupaten Luwu.
Dari total bantuan sebesar Rp16 miliar, sekitar Rp13 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan Jembatan Salujambu.
Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 70 meter dengan lebar 4 meter, dirancang untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas kawasan.
Ikhsan Asaad menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas dukungan anggaran yang memungkinkan proyek tersebut dapat segera diselesaikan.
Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Kawasan
Pemerintah berharap kehadiran Jembatan Salujambu tidak hanya menyelesaikan persoalan akses transportasi, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan Luwu dan Luwu Utara.
Dengan konektivitas yang semakin baik, distribusi komoditas pertanian diperkirakan menjadi lebih lancar, aktivitas perdagangan meningkat, dan mobilitas masyarakat semakin efisien. Jika seluruh tahapan akhir berjalan sesuai target, jembatan ini akan segera menjadi salah satu infrastruktur penting yang mendukung perkembangan wilayah selatan Sulawesi Selatan. (*)

