![]() |
| Cuaca ekstrem Sulsel |
BMKG Makassar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan.
Berdasarkan prakiraan BMKG, pada pagi hari kondisi cuaca di Sulawesi Selatan umumnya berawan. Meski demikian, hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, meliputi Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Pinrang, Parepare, Bone, Wajo, Soppeng, dan Barru.
Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan diprakirakan meluas hampir ke seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Hujan ringan diprediksi terjadi di sebagian besar daerah, sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang turun di Luwu Utara, Luwu Timur, Palopo, Luwu, Toraja Utara, Pinrang, Bone, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, dan Takalar.
Pada malam hari, cuaca kembali didominasi kondisi berawan. Namun, hujan ringan masih berpotensi terjadi secara terbatas di wilayah Luwu Timur dan Luwu Utara.
Sementara itu, pada dini hari, BMKG memprakirakan cuaca tetap berawan dengan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah pesisir dan perkotaan, di antaranya Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, dan Takalar.
BMKG mencatat suhu udara di Sulawesi Selatan berkisar antara 19 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara berada pada rentang 75 hingga 100 persen. Arah angin bertiup dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan antara 10 hingga 40 kilometer per jam.
BMKG Makassar juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor, khususnya di wilayah Toraja Utara yang memiliki kerentanan tinggi terhadap dampak hujan.
Informasi prakiraan cuaca ini disampaikan oleh Prakirawan BMKG Makassar pada Sabtu, 3 Januari 2026, pukul 06.30 WITA, dan dapat diperbarui sewaktu-waktu sesuai perkembangan kondisi atmosfer.

