SULSEL AMANAH INDONESIA, GOWA -- Pekerjaan perbaikan kabel di area galian drainase Jalan Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berakhir tragis. Sebuah panel beton di sisi galian tiba-tiba ambruk dan menimpa empat pekerja yang berada di bawahnya.
Peristiwa itu terjadi pada Senin. Satu pekerja meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka dengan tingkat berbeda.
Keempat korban diketahui merupakan pekerja PT Telkom Akses yang sedang memeriksa dan memperbaiki jaringan kabel setelah sistem perusahaan mendeteksi adanya kabel yang terputus di sekitar lokasi.
Personel Pamapta 3 Polresta Gowa Ipda Rahmat mengatakan polisi sementara menduga peristiwa tersebut sebagai kecelakaan kerja.
"Kejadian ini dugaan kecelakaan kerja akibat adanya tembok panel yang roboh saat pekerja dari pihak perusahaan Telkom Akses ini melaksanakan pekerjaan," ujar Rahmat di lokasi kejadian, Senin malam.
Empat Pekerja Berada di Bawah Galian
Kecelakaan bermula setelah Telkom Akses menerima informasi mengenai gangguan jaringan kabel di lokasi tersebut.
Kabel diduga terputus akibat aktivitas penggalian untuk pekerjaan pelebaran drainase yang menggunakan ekskavator. Gangguan itu kemudian berdampak pada salah satu BTS milik Telkom.
Para pekerja Telkom Akses datang untuk memastikan kondisi jaringan dan melakukan perbaikan.
Mereka kemudian bekerja di bawah area galian untuk menyambungkan kembali kabel yang terputus.
Namun, saat pekerjaan berlangsung, panel beton yang berada di sisi galian tiba-tiba roboh.
Panel tersebut menimpa para pekerja yang berada di bawahnya.
"Jadi, mereka ini turun (di bawah galian) karena terbaca oleh sistem dari Telkom bahwa adanya kabel putus akibat galian yang di TKP tadi," kata Rahmat.
Menurut keterangan yang dihimpun polisi, para korban kemudian dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke Rumah Sakit Unismuh Gowa untuk mendapatkan pertolongan medis.
Satu Korban Meninggal, Tiga Luka
Satu korban yang meninggal dunia diketahui bernama Nichsan Isnorrianto Idris (24). Ia merupakan warga Desa Kawite-Wite, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Tiga korban lainnya selamat tetapi mengalami luka.
Muhammad Irsyad (30), warga Jalan Abu Bakar Lambogo, Makassar, mengalami luka lebam pada paha kiri.
Andi Arung mengalami luka terbuka pada lutut kanan, luka lecet pada punggung, serta pembengkakan pada bagian belakang kepala.
Sementara Khairul (28), warga Jalan Tanggul Tanggul Patompo, Makassar, mengalami luka ringan. Setelah mendapat perawatan, ia diperbolehkan pulang.
Dua korban lainnya masih menjalani perawatan medis.
Polisi Selidiki Penyebab Panel Ambruk
Polisi masih mendalami kondisi di lokasi untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan panel beton tersebut roboh.
Penyelidikan juga diarahkan untuk mengetahui apakah kejadian tersebut sepenuhnya merupakan kecelakaan kerja atau terdapat faktor kelalaian.
Rahmat mengatakan polisi masih mengembangkan informasi yang diperoleh dari lokasi kejadian.
"Menurut informasi yang kami dapat dari TKP bahwa korban sedang mengerjakan kabel di bawah galian, kemudian tiba-tiba tembok panel itu jatuh," ujarnya.
Posisi korban yang bekerja di bawah area galian menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan, termasuk kondisi panel beton dan pekerjaan galian di sekitar lokasi.
Hingga Senin malam, belum ada keterangan resmi dari PT Telkom Akses mengenai kecelakaan yang menimpa pekerjanya.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab robohnya panel beton tersebut sekaligus menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa yang merenggut nyawa satu pekerja itu.

